ESDM ingatkan Pertamina tak kurangi pasokan Premium
Merdeka.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengingatkan PT Pertamina (Persero) tidak mengurangi dan memastikan keamanan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium. Hal ini seiring potensi timbulnya kelangkaan Premium akibat kenaikan harga Pertalie.
Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ego Syahrial, mengatakan Pertamina tidak boleh menghentikan penjualan Premium. Maka dari itu, dia meminta masyarakat tidak khawatir rencana dihapuskannya penjualan Premium.
"Kami minta persediaan tetap ada. Kami minta Premium itu betul-betul tetap ada," kata Ego, di Jakarta, Kamis (29/3).
Ego menuturkan, komitmen penyediaan Premium ini dilakukan dalam rangka mempertimbangkan daya beli masyarakat. Terkait potensi peralihan konsumsi dari Pertalite ke Premium, dia meyakini perubahan harga Pertalite belum memberikan dampak yang berarti bagi masyarakat.
"Saya belum melihat secara signifikan. Yang jelas saya lihat masyarakat semakin lama, kesadaran atas kualitas jenis BBM makin tinggi," ujar dia.
Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Fansurullah Asa menegaskan, Premium tidak akan dicabut dari pasaran. Ia mengungkapkan untuk di luar Jamali telah dialokasikan kuota sekitar 7,5 juta Kilo Liter (KL), sementara di Jamali adalah 5,7 juta KL.
"Terkait ketersediaan BBM Premium, minimal sama seperti tahun 2017," ujar dia.
BBM jenis Pertalite, yang notabene adalah JBU harganya tidak ditetapkan Pemerintah. Naiknya harga Pertalite dari Rp. 7.600 menjadi Rp. 7.800 per liter merupakan aksi korporat, di mana tinggi rendahnya harga Pertalite mengikuti perkembangan harga minyak dunia dan keekonomian produk tersebut. Melemahnya kurs Rupiah juga turut meningkatkan harga keekonomian BBM.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya