Pertamina Pastikan Kesiapan Energi Nataru NTT, Stok BBM dan LPG Aman Terkendali
Pertamina Patra Niaga memastikan kesiapan energi Nataru NTT 2025/2026 dengan stok BBM dan LPG yang aman, didukung koordinasi erat bersama Pemerintah Provinsi NTT untuk kelancaran distribusi.
Pertamina Patra Niaga Siapkan Pasokan Energi Nataru di NTT
Pertamina Patra Niaga telah menegaskan komitmennya untuk menjamin ketersediaan dan kelancaran pasokan energi sepanjang periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi dengan baik selama masa liburan akhir tahun.
Kesiapan ini meliputi seluruh infrastruktur penyaluran, mulai dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), agen Liquefied Petroleum Gas (LPG), hingga agen minyak tanah di berbagai wilayah NTT. Seluruhnya telah disiagakan untuk beroperasi optimal melayani masyarakat.
Koordinasi intensif juga telah dilakukan bersama Pemerintah Provinsi NTT guna memantapkan strategi distribusi dan antisipasi potensi kendala. Pertamina bertekad agar momen Nataru dapat berjalan lancar tanpa hambatan pasokan energi.
Infrastruktur dan Operasional Pertamina Siaga Penuh
Sales Area Manager Retail NTT, Andri Setiawan, menyatakan bahwa seluruh SPBU, agen LPG, dan agen minyak tanah di NTT berada dalam kondisi siap siaga untuk melayani masyarakat, khususnya menyambut momen Nataru. Pernyataan ini disampaikan dalam kegiatan silaturahmi dan rapat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT.
Selain itu, terdapat total sembilan terminal bahan bakar (fuel terminal) yang tersebar di NTT juga telah disiagakan penuh dan beroperasi 7x24 jam. Operasional ini termasuk pada hari Minggu, demi memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) masyarakat tanpa henti.
Kesiapan energi Nataru NTT ini menjadi prioritas utama Pertamina Patra Niaga. Mereka berkomitmen untuk terus menjaga kelancaran distribusi guna memastikan pasokan energi selalu tersedia bagi seluruh lapisan masyarakat di provinsi tersebut.
Antisipasi Tantangan Cuaca dan Penambahan Kuota Biosolar
Andri Setiawan juga menyoroti tantangan utama dalam penyaluran BBM di NTT, yaitu kendala cuaca ekstrem. Badai siklon tropis yang kerap terjadi akhir-akhir ini berpotensi mengganggu distribusi BBM yang menggunakan kapal tanker, sehingga memerlukan antisipasi khusus.
Menanggapi peningkatan permintaan, khususnya biosolar, Pertamina Patra Niaga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT. Koordinasi ini bertujuan untuk mengajukan permohonan penambahan kuota biosolar kepada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).
Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengonfirmasi bahwa pada tanggal 20 Desember, BPH Migas telah menyetujui penambahan kuota biosolar. Persetujuan ini menjadi langkah krusial dalam menjaga kesiapan energi Nataru NTT.
Penambahan kuota ini diharapkan dapat mengatasi peningkatan permintaan dan kendala antrean yang sempat terjadi pada bulan November hingga awal Desember lalu. Normalisasi pasokan telah dilakukan secara bertahap sejak persetujuan tersebut.
Peningkatan Pasokan dan Apresiasi Pemerintah Daerah
Sebanyak lebih kurang 7.022 kiloliter biosolar telah disetujui untuk penambahan kuota di wilayah NTT. Normalisasi pasokan ini telah berlangsung bertahap sejak 20 Desember 2025 hingga akhir Desember 2025 ke seluruh SPBU di NTT.
Untuk kebutuhan minyak tanah, yang sempat menjadi isu beberapa hari terakhir, Pertamina juga telah melakukan penambahan pasokan (extra dropping) sebesar 1.144 kiloliter. Jumlah ini setara dengan 12 persen dari alokasi normal, dilaksanakan pada periode 17 hingga 31 Desember 2025.
Melalui sinergi kuat antara Pertamina Patra Niaga, Pemerintah Provinsi NTT, dan berbagai pihak terkait, pasokan energi di NTT dipastikan tetap aman dan andal. Hal ini menjamin terpenuhinya kebutuhan masyarakat selama momen Natal dan Tahun Baru.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pertamina Patra Niaga atas dukungan penuh dalam perayaan Nataru ini. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi berkelanjutan jika ditemukan kendala distribusi di lapangan.
Sumber: AntaraNews