Pertamina pakai skema swap atasi masalah minyak dari Irak
Opsi lainnya dengan mengolahnya menggunakan kilang di luar negeri.
PT Pertamina (Persero) mengakui kilang minyak yang dimilikinya tidak dapat mengolah minyak dari Basrah, Irak. Untuk itu, Pertamina memakai skema pertukaran minyak dengan perusahaan lain.
"Dari Basrah Resources tidak bisa langsung ke kilang Pertamina. Jadi kita lakukan swap (pertukaran), jual ke perusahaan luar, nanti kita beli minyak lagi dari perusahaan yang sama," ujar Dwi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (1/2).
Opsi lain yang sedang dipelajari Pertamina terhadap crude yang tidak bisa diolah kilang adalah dengan mengolahnya menggunakan kilang di luar negeri.
"Kami lihat potensi crude yang enggak bisa dipakai agar diproses di kilang luar saja. Hasilnya dikirim ke dalam negeri, itu lebih murah daripada impor minyak langsung. Itu yang akan kita lakukan pada minyak dari Basrah," jelas Dwi.
Atas dasar itulah, Pertamina melirik kilang minyak di India. Alasannya, kilang di India dinilai paling cocok untuk mengolah minyak mentah dari Irak.
"Minyaknya saat ini paling potensial diolah di kilang India. Kita bayar toll fee saja. Karena ongkos angkut ke kilang India yang paling murah," pungkas Dwi.
Baca juga:
Pertamina diminta cari ladang minyak di luar negeri
Pemerintah rencana bangun 25 storage BBM di Indonesia Timur
DPR: Tak ada penemuan cadangan baru bikin produksi minyak turun
Pertamina gandeng India olah sisa minyak mentah produksi Indonesia
DPR minta Pertamina setop operasi sumur minyak di Irak