Pertamina Jamin Stok BBM Nataru 2026 Aman, Antisipasi Kebutuhan Nasional dan Daerah Bencana
PT Pertamina (Persero) memastikan stok BBM Nataru 2026 tercukupi di seluruh wilayah, termasuk daerah terdampak bencana, untuk menjamin kelancaran aktivitas masyarakat.
PT Pertamina (Persero) memberikan jaminan ketersediaan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Jaminan ini berlaku di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah yang saat ini terdampak bencana alam di Sumatra. Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita, menegaskan bahwa kondisi stok saat ini berada dalam level yang aman dan terkendali.
Pernyataan ini disampaikan Arya di Kota Padang pada Sabtu (20/12), menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait pasokan energi. Meskipun beberapa provinsi di Pulau Sumatra sedang menghadapi bencana, Pertamina telah memperhitungkan berbagai skenario untuk memastikan kebutuhan energi tetap terpenuhi. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian panik dan hanya membeli sesuai kebutuhan.
Jaminan ketersediaan energi ini merupakan hasil kajian mendalam, perhitungan cermat, serta strategi komprehensif yang telah disiapkan oleh Pertamina. Kolaborasi dengan berbagai instansi seperti TNI, Polri, serta kementerian dan lembaga terkait juga menjadi bagian penting dalam upaya menjaga stabilitas pasokan selama agenda tahunan ini.
Strategi Pertamina Amankan Stok BBM Nataru
Pertamina telah melakukan kajian menyeluruh terhadap pasokan BBM, elpiji, dan jenis energi lainnya untuk periode Nataru 2026. Perhitungan ini mencakup potensi peningkatan konsumsi serta antisipasi terhadap situasi darurat, termasuk bencana alam. Strategi perusahaan dirancang untuk memastikan stabilitas pasokan di seluruh Tanah Air.
Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita menekankan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan pasokan. "Untuk Nataru, kondisinya dalam stok yang aman," ujarnya. Pertamina mengimbau agar masyarakat membeli bahan bakar sesuai kebutuhan saja, guna menghindari penimbunan yang tidak perlu.
Jaminan pasokan ini mencakup seluruh daerah, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat. Meskipun demikian, Pertamina mengakui bahwa proses distribusi di tiga provinsi yang terdampak bencana mungkin belum semasif daerah lain. Hal ini disebabkan oleh kendala akses yang masih ada di lokasi bencana.
Distribusi dan Respons Cepat di Daerah Terdampak Bencana
Penyediaan dan distribusi BBM selama periode libur Nataru merupakan kerja sama lintas instansi yang melibatkan banyak pihak. Selain Pertamina, agenda tahunan ini turut didukung oleh TNI, Polri, serta berbagai kementerian dan lembaga terkait. Sinergi ini penting untuk memastikan kelancaran distribusi di seluruh pelosok negeri.
Arya Dwi Paramita juga mengapresiasi respons cepat pemerintah daerah yang melaporkan lonjakan harga elpiji di tengah situasi bencana. Pertamina segera menanggapi laporan tersebut dengan melakukan operasi pasar di beberapa titik, khususnya di wilayah Sumatra yang dilanda banjir bandang dan tanah longsor. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas harga.
Operasi pasar ini diharapkan dapat menjadi solusi konkret untuk mencegah oknum yang sengaja memanfaatkan situasi bencana demi keuntungan pribadi. Dengan adanya intervensi cepat, Pertamina berupaya melindungi masyarakat dari praktik penimbunan dan kenaikan harga yang tidak wajar. Komitmen ini menunjukkan keseriusan Pertamina dalam melayani kebutuhan energi nasional.
Sumber: AntaraNews