Pertamina Antisipasi Pasokan LPG Kendari, Pastikan Stok Aman Pascalebaran
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melakukan inspeksi mendadak (sidak) Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) di Kendari untuk memastikan pasokan LPG tetap aman dan terkendali, terutama setelah puncak konsumsi Ramadhan dan Idul Fit
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mengambil langkah proaktif dengan melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) yang berlokasi di Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, pada Jumat (10/4). Tindakan ini dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap potensi gangguan pasokan LPG di wilayah tersebut. Tujuannya adalah untuk meninjau langsung ketersediaan dan memastikan bahwa gas LPG bagi masyarakat di Bumi Anoa tetap aman serta terkendali.
Sidak ini secara khusus bertujuan untuk menjamin kelancaran distribusi, terutama untuk LPG subsidi 3 kilogram, agar dapat menjangkau hingga ke daerah-daerah terpencil. Dalam pelaksanaannya, Pertamina memeriksa berbagai aspek operasional SPPBE secara menyeluruh. Hal ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina untuk menjaga stabilitas pasokan energi bagi masyarakat.
Area Manager Communication, Relation, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menegaskan bahwa pasokan LPG di Sulawesi Tenggara saat ini berada dalam kondisi yang mencukupi. Kondisi ini sangat penting, khususnya setelah wilayah tersebut melewati masa puncak konsumsi selama periode Ramadhan dan Idul Fitri. Pertamina terus memantau dan memastikan ketersediaan pasokan agar kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Pemeriksaan Menyeluruh Jamin Kualitas dan Ketersediaan Pasokan LPG
Dalam sidak yang telah dilaksanakan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melakukan pemeriksaan detail terhadap seluruh sarana dan fasilitas (sarfas) yang ada di SPPBE. Tim inspeksi bahkan meninjau langsung ke dermaga (jetty) untuk memantau proses bongkar muat kapal. Aktivitas ini krusial untuk penguatan stok (build-up stock) di SPPBE.
Lilik Hardiyanto menjelaskan bahwa fokus pemeriksaan meliputi ketahanan stok LPG yang tersedia di SPPBE. Selain itu, proses pengisian tabung gas dan jalur distribusi menuju tingkat agen serta pangkalan juga menjadi perhatian utama. Setiap tahapan diperiksa untuk memastikan efisiensi dan kepatuhan terhadap standar operasional.
Aspek-aspek tersebut diperiksa secara cermat untuk mengidentifikasi dan mencegah potensi kendala dalam penyaluran LPG kepada konsumen. Dengan demikian, Pertamina berupaya memastikan masyarakat dapat memperoleh pasokan gas dengan mudah, tepat waktu, dan sesuai dengan kebutuhan mereka.
Imbauan Pertamina dan Komitmen Jaga Ketahanan Energi
Menyikapi kondisi pasokan yang aman, Pertamina mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan atau 'panic buying'. Pasokan LPG di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara dipastikan dalam kondisi yang stabil dan mencukupi kebutuhan. Ketersediaan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi konsumen.
Masyarakat juga diminta untuk menggunakan LPG sesuai dengan peruntukannya, di mana gas bersubsidi diprioritaskan bagi rumah tangga kurang mampu. Imbauan ini bertujuan untuk menjaga pemerataan distribusi dan memastikan bahwa bantuan subsidi tepat sasaran kepada pihak yang berhak. Penggunaan yang bijak sangat mendukung stabilitas pasokan.
Lilik Hardiyanto menambahkan bahwa melalui serangkaian sidak dan peningkatan monitoring secara berkala, Pertamina menunjukkan komitmennya. Komitmen ini adalah untuk terus menjaga ketahanan energi dan memastikan kebutuhan gas LPG masyarakat di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara terpenuhi dengan baik. Upaya ini merupakan bagian dari tanggung jawab Pertamina sebagai penyedia energi nasional.
Sumber: AntaraNews