Perkuat Rupiah, RI-Jepang perpanjang kerja sama Swap Bilateral
Pemerintah dan Bank Indonesia sepakat memperpanjang kerja sama Bilateral Swap Agreement (BSA) dengan Jepang. Kerja sama ini guna mendukung upaya untuk menjaga stabilitas makro ekonomi dan keuangan di kawasan, juga melengkapi jaring pengamanan keuangan yang telah ada baik di tingkat regional maupun global.
Pemerintah dan Bank Indonesia sepakat memperpanjang kerja sama Bilateral Swap Agreement (BSA) dengan Jepang. Kesepakatan ini dilakukan di tengah rangkaian pelaksanaan Sidang Tahunan Dana Moneter Internasional/Bank Dunia (IMF/WB).
Gubernur Bank Indonesia mengatakan, kerja sama ini guna mendukung upaya untuk menjaga stabilitas makro ekonomi dan keuangan di kawasan, juga melengkapi jaring pengamanan keuangan yang telah ada baik di tingkat regional maupun global.
"Kesepakatan untuk memperpanjang kerja sama BSA ini menunjukkan semakin kuatnya kerja sama keuangan antara kedua negara," kata Agus melalui keterangan resminya, Sabtu (8/10).
Nilai kerja sama ini mencapai USD 22,76 miliar atau Rp 295,2 triliun. Dia berharap, kerja sama ini mampu menjaga stabilitas keuangan regional di tengah masih terus berlangsungnya ketidakpastian di pasar keuangan global.
Sebagai informasi, Bilateral swap agreement adalah sebuah fasilitas bantuan keuangan jangka pendek dalam bentuk penukaran mata uang asing (foreign exchange swap) yang bertujuan untuk memperkuat cadangan devisa negara yang mengalami kesulitan neraca pembayaran jangka pendek.
Baca juga:
September 2016, cadangan devisa Indonesia naik jadi USD 115,7 miliar
Ekspor komoditas RI masih terhambat lemahnya ekonomi global
Inflasi September 0,22 persen, BI optimistis target 2016 terjaga
Darmin hingga Agus Marto kumpul bahas perekonomian RI
BI: Pedagang sering tak ada uang koin dan naikkan harga barang
Bank Indonesia: Butuh 7 tahun ubah Rp 1.000 jadi Rp 1
Bank Indonesia tunggu aturan turunkan suku bunga kredit