LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Perjanjian Dagang Indonesia-Uni Eropa Rampung, Mobil dan Produk Pangan Eropa ke Indonesia Makin Lancar

Negosiasi perjanjian perdagangan bebas antara Uni Eropa dan Indonesia (IEU-CEPA) telah rampung.

Rabu, 24 Sep 2025 12:15:00
indonesia
The new Mercedes-Benz GLA (@ 2023 otosia.com)
Advertisement

Negosiasi perjanjian perdagangan bebas antara Uni Eropa dan Indonesia telah berhasil diselesaikan (IEU-CEPA). Perjanjian ini memberikan keuntungan bagi perusahaan-perusahaan, baik besar maupun kecil, yang berasal dari Eropa.

Menurut informasi yang dipublikasikan oleh laman Pemerintah Eropa pada Rabu (24/9/2025), kesepakatan ini akan memberikan akses istimewa bagi perusahaan Uni Eropa ke pasar Indonesia. Pertama-tama, perjanjian ini akan menghapus bea masuk untuk 98,5% lini tarif dan menyederhanakan prosedur ekspor barang dari UE ke Indonesia, termasuk barang-barang utama seperti mobil serta produk pertanian dan pangan.

Kedua, perjanjian ini juga memungkinkan perusahaan-perusahaan dari UE untuk menyediakan layanan dengan kepemilikan penuh di sektor-sektor utama seperti komputer dan telekomunikasi.

Ketiga, perjanjian ini membuka peluang investasi baru bagi UE di Indonesia, terutama pada sektor-sektor strategis seperti kendaraan listrik, elektronik, dan farmasi, yang pada gilirannya akan mendorong integrasi rantai pasokan dan nilai bagi kedua belah pihak.

Advertisement

Keempat, perjanjian ini juga berfungsi untuk melindungi kekayaan intelektual, termasuk merek dagang, yang memungkinkan perusahaan-perusahaan Uni Eropa untuk menjaga identitas dan reputasi merek mereka.

Kelima, perjanjian ini menjamin adanya pemulihan terhadap pelanggar dan menyediakan alat yang efektif untuk memerangi produk palsu, serta membantu usaha kecil dengan ketentuan khusus yang juga memberikan manfaat bagi konsumen di Indonesia.

Advertisement

Keenam, perjanjian ini merupakan kemenangan signifikan bagi petani Eropa, karena dapat meningkatkan ekspor Uni Eropa dan melindungi sensitivitas yang ada di dalam Uni Eropa.

Dengan adanya perjanjian ini, diharapkan hubungan perdagangan antara Uni Eropa dan Indonesia dapat semakin erat dan saling menguntungkan, menciptakan peluang baru bagi perekonomian kedua belah pihak. Kesepakatan ini diharapkan dapat membawa dampak positif yang luas, tidak hanya bagi perusahaan-perusahaan besar, tetapi juga untuk usaha kecil dan menengah yang ada di Indonesia.

Ilustrasi bendera Uni Eropa di kantor pusatnya di Brussels (AP Photo) © 2025 Liputan6.com

Kesepakatan ini memberikan kesempatan yang lebih baik bagi petani Uni Eropa untuk memasarkan hasil pertanian mereka di Indonesia. Hal ini dimungkinkan berkat penghapusan tarif pada produk utama ekspor Uni Eropa, seperti susu, daging, buah-buahan, sayuran, serta berbagai jenis makanan olahan.

Selain itu, undang-undang ini juga bertujuan untuk melindungi 221 Indikasi Geografis (IG) untuk produk pertanian dan pangan dari Uni Eropa serta 72 IG dari Indonesia. Di samping itu, undang-undang ini juga akan menjaga produk pertanian dan pangan yang sensitif, seperti beras, gula, dan pisang segar, yang masih dikenakan tarif, serta membatasi akses pasar Uni Eropa untuk produk sensitif lainnya melalui kuota yang ditentukan secara hati-hati.

Secara keseluruhan, kecuali untuk impor tanaman pangan Indonesia yang tidak dapat tumbuh di Uni Eropa, saat ini Uni Eropa telah mengekspor lebih banyak produk pertanian dan pangan ke Indonesia dibandingkan dengan jumlah yang diimpornya. Dengan nilai ekspor mencapai 1 miliar euro per tahun, hubungan perdagangan ini menunjukkan potensi yang besar.

Apindo: IEU-CEPA Memperluas Pasar Ekspor dan Meningkatkan Daya Saing Industri

Ilustrasi bendera Uni Eropa di kantor pusatnya di Brussels (AP Photo) © 2025 Liputan6.com

Penandatanganan kesepakatan substansial Perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) setelah hampir sepuluh tahun merupakan langkah baru dalam hubungan ekonomi antara kedua pihak. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Wijaya Kamdani, menyampaikan hal ini dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Antara pada Selasa (23/9/2025). Ia berharap bahwa kesepakatan ini akan memberikan dampak yang signifikan terhadap daya saing bisnis, meningkatkan investasi, serta membuka akses tidak hanya untuk perusahaan besar tetapi juga untuk para profesional.

"Kesepakatan ini bukan sekadar soal perdagangan. IEU-CEPA adalah jembatan menuju masa depan, di mana perdagangan, investasi, dan transfer teknologi berjalan beriringan. Apindo siap mengawal implementasi CEPA agar benar-benar menjadi instrumen hidup bagi kesejahteraan bersama, bukan sekadar teks di atas kertas," ungkap Shinta dalam keterangan persnya di Jakarta pada hari yang sama.

Shinta menambahkan bahwa dunia bisnis Indonesia memandang IEU-CEPA sebagai alat strategis untuk memperluas akses pasar ekspor, menarik investasi, serta meningkatkan daya saing industri domestik. Pada tahun 2024, ekspor Indonesia ke 27 negara Uni Eropa mencapai USD 17,34 miliar meskipun tanpa adanya kerangka preferensi khusus. Dengan diterapkannya IEU-CEPA, hampir semua hambatan tarif yang ada akan dihapus, sehingga diharapkan dapat meningkatkan volume perdagangan antara Indonesia dan negara-negara Uni Eropa.

Sektor yang Menonjol

Ilustrasi bendera Uni Eropa di kantor pusatnya di Brussels (AP Photo) © 2025 Liputan6.com

Proyeksi ini menunjukkan bahwa dampak yang signifikan akan terjadi, dengan target nilai perdagangan bilateral mencapai USD 60 miliar. Dalam kurun waktu 3-4 tahun ke depan, volume ekspor Indonesia diperkirakan akan meningkat lebih dari 50 persen.

Sektor-sektor unggulan Indonesia, seperti minyak sawit, tekstil, alas kaki, dan perikanan, akan mendapatkan akses yang lebih luas ke pasar Uni Eropa. Di samping itu, sektor jasa profesional, termasuk arsitektur, konsultasi hukum, dan industri kreatif, diharapkan dapat bersaing tidak hanya dari segi harga, tetapi juga dalam hal kualitas dan inovasi.

Sementara itu, Uni Eropa juga akan mendapatkan peluang yang lebih besar di pasar Indonesia, terutama dalam sektor pertanian, manufaktur, dan jasa profesional. Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan kedua belah pihak dapat saling menguntungkan dan memperkuat hubungan ekonomi antar negara.

Advertisement

Hal ini sangat penting untuk menciptakan iklim investasi yang lebih baik dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan demikian, kerjasama ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kedua belah pihak.

Berita Terbaru
  • Menko Airlangga: Pembentukan DSI Jadi Eksportir Tunggal SDA Cegah Praktik Kecurangan
  • Kebijakan Ekspor SDA Satu Pintu Berlaku Mulai Besok, Masa Transisi Hingga 31 Desember 2026
  • Kepala Bakom: Kunjungan Resmi Presiden Prabowo Hanya ke Prancis, Tidak ada Rencana ke Italia atau Negara Lain
  • Harga Sawit Tertekan, PTPN IV PalmCo Jaga Serapan TBS Petani Sesuai Aturan
  • Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu Tutup Usia, TNI AD Berduka
  • berita update
  • cepa
  • indonesia
  • konten ai
  • uni eropa
Artikel ini ditulis oleh
Editor Pandasurya Wijaya
T
Reporter Tira Santia, Septian Deny
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.