LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Perdana, BI tukar uang Rp 150 miliar serentak di daerah terpencil

Bank Indonesia dan Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) akan melaksanakan kegiatan layanan penukaran uang secara serentak di daerah Terpencil, Terluar dan Terdepan (3T) pada tanggal 16-17 Juni 2017. BI dan Himbara menyiapkan Rp 150 miliar untuk disebar di daerah terpencil seluruh Indonesia.

2017-06-14 15:15:16
Bank Indonesia
Advertisement

Bank Indonesia dan Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) akan melaksanakan kegiatan layanan penukaran uang secara serentak di daerah Terpencil, Terluar dan Terdepan (3T) pada tanggal 16-17 Juni 2017. BI dan Himbara menyiapkan Rp 150 miliar untuk disebar di daerah terpencil seluruh Indonesia.

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Suhaedi mengatakan layanan penukaran uang ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap uang Rupiah dengan hasil cetak sempurna terutama Uang Pecahan Kecil (UPK) dengan Tahun Emisi 2016.

"Disamping melakukan kegiatan layanan penukaran uang juga akan dilakukan kegiatan sosialisasi mengenai Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah (CIKUR) dan Cara Merawat Uang Rupiah," kata Suhaedi, di Gedung BI, Rabu (14/6).

Dengan mengoptimalkan jaringan yang dimiliki oleh HIMBARA, BI berkomitmen untuk menyediakan kebutuhan uang masyarakat melalui kegiatan ini. Kegiatan ini akan menjangkau 1.136 titik lokasi penukaran dari Aceh sampai dengan Papua.

Adapun rincian jumlah titik penukaran uang tersebut adalah, Bank Mandiri 528 titik, BRI 303 titik, BNI 205 titik, serta BTN 100 titik. Jumlah uang yang diproyeksikan untuk kegiatan selama dua hari ini adalah Rp 150 miliar.

Suhaedi menjelaskan, uang tersebut ini sudah diperhitungkan dalam proyeksi outflow BI selama periode Idul Fitri yaitu sebesar Rp 167 triliun. Di mana, realisasi outflow dari tanggal 29 Mei hingga 13 Juni 2017 adalah sebesar Rp 66,5 triliun atau 39,8 persen dari total proyeksi. Persentase terbesar dari penarikan ini adalah pada kegiatan penarikan uang oleh perbankan yaitu sebesar Rp 55,9 triliun atau 82,8 persen.

"Kegiatan layanan penukaran uang secara serentak khususnya di daerah 3T ini memang baru pertama kali dilaksanakan, namun sesuai dengan misi Bank Indonesia untuk memenuhi kebutuhan uang Rupiah di masyarakat dengan jumlah nominal yang cukup, jenis pecahan yang sesuai, tepat waktu dan dalam kondisi yang layak edar di seluruh wilayah NKRI, maka kegiatan ini akan dilaksanakan secara sistematis, reguler dan berkesinambungan," jelasnya.

Suhaedi berharap, dengan kegiatan ini, Bank Indonesia dan perbankan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dengan tingkat kualitas uang Rupiah yang terus meningkat. "Selain itu juga memberikan kemudahan kepada masyarakat di seluruh Indonesia untuk dapat menukarkan uang di lokasi resmi yang disediakan oleh Bank Indonesia dan perbankan," pungkasnya.

Advertisement

Baca juga:
Awas, penipuan lowongan kerja perusahaan migas asing kembali marak
Subsidi dicabut agar warga 2.500 desa bisa rasakan listrik
Target pertumbuhan ekonomi pemerintah Jokowi di 2018 dipangkas
Jangan khawatir, tak semua orang pajak bisa akses data nasabah
Rupiah menguat dan sempat sentuh level Rp 13.282 per USD
MenPAN-RB minta tambahan anggaran jadi Rp 338 miliar di 2018
4 Kebijakan pemerintah Jokowi ini jadi perhatian dunia

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.