Perang Dagang Menegang, Dana Asing Lari dari RI
Eskalasi perang dagang antara AS dengan China membawa turut berdampak buruk bagi pasar keuangan di Indonesia. Di mana, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo, melihat pasar keuangan domestik terus tertekan. Kabar buruknya adalah, bulan ini Indonesia mengalami aliran modal keluar cukup besar.
Eskalasi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China membawa turut berdampak buruk bagi pasar keuangan di Indonesia. Di mana, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo, melihat pasar keuangan domestik terus tertekan.
"Kita tengah kembali mendapatkan tekanan khususnya tekanan di pasar keuangan kita," ujarnya saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Jumat (17/5).
Kabar buruknya adalah, bulan ini Indonesia mengalami aliran modal keluar (outflow) yang cukup besar setelah di 4 bulan sebelumnya selalu mencatat inflow (aliran modal masuk) di pasar keuangan. Para investor dan pemilik modal membawa keluar dana mereka yang selama ini tersimpan di Indonesia.
"Kita ytd (year to date) sampai dengan hari ini bulan Mei bisa dikatakan nett-nya adalah capital outflow dari perekonomiannya, hampir di semua instrumen setelah kita mencatat ytd dari Januari sampai dengan bulan April itu inflow secara signifikan," ujarnya.
Dia menambahkan kondisi serupa juga terjadi di beberapa negara berkembang (emerging market) lainnya. Sebab, perseteruan antara dua negara raksasa ekonomi tersebut memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap kondisi ekonomi global secara keseluruhan.
"Kembali ketegangan yang dilakukan oleh Amerika dan China spill over langsung mengena ke banyak negara terutama negara-negara emerging," ujarnya.
Dia berharap kondisi ekonomi global bisa segera mereda agar pasar keuangan dalam negeri tidak kembali terkena pukulan. "Jadi pertanyaannya adalah, apakah perang dagang ini akan terus berlangsung? Apakah ini permanen? Harapannya adalah hanya sementara karena tentunya ini semua akan berpengaruh kepada perekonomian emerging termasuk di Indonesia," tutupnya.
Baca juga:
Perang Dagang AS-China Memanas, BI Revisi Perkiraan Defisit Transaksi Berjalan
Hingga Pertengahan Mei 2019, Rupiah Melemah 1,45 Persen
Menteri Sri Mulyani Prediksi Perang Dagang AS-China Berlangsung Lama
Rupiah Makin Melemah Sentuh Level Rp14.453 per USD
Perang Dagang AS-China Kian Memanas, Trump Bakal Bertemu Xi Jinping di KTT G20
Balas Amerika Serikat, China Naikkan Tarif Impor Produk AS Mulai 1 Juni
Perang Dagang Berlanjut, Bagaimana Ekonomi Global dan Indonesia?