LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Peran KPR Indonesia pada pertumbuhan ekonomi tertinggal dari Filipina hingga Thailand

Sepanjang 2017, data menyebutkan kontribusi KPR terhadap gross domestik produk (GDP) RI hanya 2,9 persen. Angka ini cukup rendah jika dibandingkan beberapa negara tetangga. Maka dari itu, Bank Indonesia (BI) beberapa waktu lalu memberikan kelonggaran skema Loan To Value (LTV) untuk bisa meningkatkan pertumbuhan KPR.

2018-07-31 11:36:46
KPR
Advertisement

Bank Indonesia (BI) beberapa waktu lalu memberikan kelonggaran skema Loan To Value (LTV) untuk bisa meningkatkan pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Sebab, pertumbuhan kredit di sektor ini diyakini bisa membantu peningkatan ekonomi Indonesia saat ini.

Kepala Grup Riset Makroprudensial Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Retno Ponco Windarti, menjelaskan saat ini peran KPR dalam menyumbang pertumbuhan ekonomi masih rendah. Sepanjang 2017, data menyebutkan kontribusi KPR terhadap gross domestik produk (GDP) RI hanya 2,9 persen. Angka ini cukup rendah jika dibandingkan beberapa negara tetangga.

"Kalau di Thailand share KPR ke GDP itu 22 persen, atau Filipina 38 persen, Singapura 44 persen. Jadi potensi untuk terus meningkat itu ada," kata dia di Jakarta, Selasa (31/7).

Advertisement

Menurut Retno, di sisi lain, kemampuan sektor rumah tangga diklaim masih bisa dijangkau. Tingkat utang rumah tangga di Indonesia dianggap masih cukup rendah, yang tercermin dari debt to service ratio (DSR) rumah tangga nasional yang berada di batas aman.

Di mana, menurut datanya, DSR per jenis kegiatan rumah tangga, seperti pengusaha 7,41 persen, berusaha sendiri 7,83 persen, pegawai atau buruh 13,61 persen, jadi masih di bawah batas aman 30 persen. "Angka ini menunjukkan masih aman," tegasnya.

Sampai saat ini, ditambahkan Retno, sektor rumah tangga memiliki peran cukup penting dalam pertumbuhan ekonomi. Maka dari itu, dia berharap relaksasi yang diberikan Bank Indonesia ini bisa lebih menggairahkan pertumbuhan KPR ke depannya.

Advertisement

Reporter: Ilyas Istianur Praditya

Sumber: Liputan6

Baca juga:
Didorong KPR subsidi, kinerja BTN disebut berpotensi alami peningkatan
Bank Jatim salurkan KPR subsidi Rp 65 miliar di semester 1-2018
Bos SMF harap relaksasi LTV bantu penyerapan KPR
SMF siap jalankan skema baru penyaluran FLPP pemerintah
Kelola dana BP Tapera, BTN siap akuisisi perusahaan manajemen investasi
5 Biaya tambahan musti dipersiapkan saat ingin mengambil KPR
Cegah lonjakan harga properti, BI akan evaluasi kelonggaran DP KPR per 6 bulan

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.