LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Peraih Nobel Ekonomi 2004 Sarankan Indonesia Tak Alergi Investasi Asing

Finn Erling Kydland, peraih nobel ekonomi 2004, menyebut investasi asing membawa kebaikan ke suatu negara. Hal yang sama tentunya berlaku untuk investasi asing di Indonesia. Dia menyebut, negara dapat mengambil keuntungan dari investasi asing untuk mendanai proyek yang tidak bisa dilaksanakan dengan dana domestik.

2019-03-09 11:00:00
Investasi
Advertisement

Finn Erling Kydland, peraih nobel ekonomi 2004, menyebut investasi asing membawa kebaikan ke suatu negara. Hal yang sama tentunya berlaku untuk investasi asing di Indonesia.

Meski belakang isu investasi asing, seperti dari China, sedang menjadi polemik, tetapi Kydland mengajak memahami esensi dasar dari investasi asing.

Dia menyebut, negara dapat mengambil keuntungan dari investasi asing untuk mendanai proyek-proyek yang tidak seluruhnya bisa dilaksanakan dengan dana domestik.

Advertisement

"Investasi asing, secara umum, seharusnya merupakan hal yang baik. Itu adalah cara membantu ketika negara tak memiliki sumber sendiri dan dana yang cukup," ujar dia dalam konferensi pers di Universitas Binus, Jakarta Barat, Jumat (8/3).

"Dan hal tersebut (investasi asing), jika dilakukan dengan benar, maka dapat membantu ekonomi tumbuh lebih cepat," ucap Kydland.

Dia pun mencontohkan negaranya, Norwegia, yang pada 1920 sampai 1930-an sangat miskin. Norwegia pun mengandalkan dana investor asing untuk berkembang. Kydland berkata, Norwegia jadi tumbuh lebih cepat berkat investasi.

Advertisement

Ketika ditanyakan mengenai kasus investor China, Huang Xiangmo, yang mencoba mempengaruhi politik di Australia, Kydland menyebut kasus itu berbeda, sebab tidak memberikan kontribusi apapun bagi ekonomi.

"Menggunakan uang untuk mempengaruhi politisi adalah hal berbeda. Itu sama sekali tak membantu memperkaya sebuah negara," kata dia.

Secara ekonomi, Kydland menepis anggapan, investasi asing, seperti untuk infrastruktur atau pabrik, dapat berniat jahat. Menurut dia, setiap investor pasti ingin agar proyek sukses agar mendapatkan untung.

"Sebagai investor, kamu pasti selalu berharap mendapat untung. Kamu tak akan melakukannya kecuali yakin ada keuntungannya. Jadi saya tak dapat memikirkan contoh bahwa investasi dapat memiliki niat jahat atau buruk," kata dia.

Reporter: Tommy Kurnia

Sumber: Liputan6

Baca juga:
Per 6 Maret, Bank Indonesia Catat Rp 59,9 Triliun Dana Asing Masuk RI
BKPM Ungkap Ancaman Saat Sebaran Investasi Tak Merata di Indonesia
BKPM Catat Penyerapan Tenaga Kerja dari Investasi Terus Turun Sejak 2013
Gaet Asing, Aplikasi Online Single Submission Akan Dilengkapi Bahasa Inggris
BKPM Luncurkan Kopi Mantap Lengkapi Layanan Online Single Submission
Genjot Investasi, BKPM Akan Gelar Tiga Rangkaian Kegiatan
Pekan Depan, 560 BKPM Daerah Berkumpul Bahas Perkembangan Online Single Submission

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.