BKPM Ungkap Ancaman Saat Sebaran Investasi Tak Merata di Indonesia
Merdeka.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berkomitmen mendorong pemerataan investasi di seluruh daerah maupun provinsi Indonesia. Hal ini guna mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat daerah.
Direktur Deregulasi Penanaman Modal BKPM, Yuliot, mengatakan sejauh ini kegiatan investasi pada umumnya mayoritas terjadi hanya di Pulau Jawa saja. Sedangkan, untuk daerah-daerah di luar Jawa masih sangat minim sekali, baik di daerah Sumatera bahkan di Indonesia Timur.
"Kita juga mendorong itu adanya pemerataan kegiatan investasi ini kan sekitar 58 persen kegiatan investasi itu kan ada di Pulau Jawa, jadi sementara provinsi-provinsi lain ini kan kebagian relatif sedikit," katanya saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Rabu (6/3).
Yuliot mengatakan, upaya pemerataan investasi ini dilakukan agar tidak ada ketimpangan kegiatan investasi. Sebab apabila terjadi ketimpangan investasi di daerah, maka secara otomatis akan berdampak pada pembangunan ekonomi di daerah tersebut.
"Ini yang menjadi konsentrasi kita (untuk dorong pemerataan investasi)," imbuhnya.
Padahal untuk mengejar pemerataan investasi, pemerintah sendiri telah mengeluarkan sejumlah kebijakan yang idealnya dapat mempermudah laju distribusi investasi. Beberapa kebijakan itu, seperti fasilitas tax allowance, fasilitas mini tax holiday di mana investasi di bawah Rp 1 miliar dibebaskan dari pajak penghasilan untuk jangka waktu tertentu. Namun sayangnya, kebijakan tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal oleh kalangan pengusaha.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya