Per Januari, volume bisnis fintech di Tanah Air tembus Rp 3,5 triliun
"Setahun terakhir ini pertumbuhan industri fintech tumbuh pesat. Terbukti jumlah pemain yang terdaftar 135 fintech. Terdiri dari payment, lending, market provisioning, cap market, insurance. Tumbuh hampir 10 kali lipat dalam setahun."
Wakil Ketua Bidang Jasa Keuangan Asosiasi Fintech Adrian Gunadi mengakui bahwa pertumbuhan industri fintech semakin pesat setiap tahunnya. Hingga kini, jumlah fintech terdaftar di asosiasi sebanyak 135 fintech yang berasal dari berbagai segmen.
"Setahun terakhir ini pertumbuhan industri fintech tumbuh pesat. Terbukti jumlah pemain yang terdaftar 135 fintech. Terdiri dari payment, lending, market provisioning, cap market, insurance. Tumbuh hampir 10 kali lipat dalam setahun," ujarnya di Gedung OJK, Jakarta, Jumat (13/4).
Adrian mengatakan, pertumbuhan tersebut juga diikuti oleh kenaikan volume bisnis. Data per Januari menunjukkan volume bisnis fintech tercatat sekitar Rp 3,5 triliun.
"Pertumbuhan volume bisnis kalau kita lihat data per Januari sebesar Rp 3,5 triliun. Tumbuh luar biasa dalam setahun," jelasnya.
Adapun beberapa faktor pendukung pertumbuhan fintech di Tanah Air, antara lain kebijakan pemerintah dalam mendorong inklusi keuangan serta bonus demografi Indonesia yang tergolong unik.
"Selain itu, hal ini juga didukung infrastruktur internet telekomunikasi yang sudah berubah dari 5 tahun lalu. Ini faktor yang membuat fintech jadi industri dan pasar yang menarik di Indonesia," jelasnya.
Baca juga:
Platform online penyedia kredit ini incar transaksi 200.000 per hari
OJK percepat finalisasi payung hukum fintech
Kenali 5 ciri penipuan pinjam uang cepat secara online
BNI: Jangan anggap fintech sebagai saingan, tapi rekan
Lewat aplikasi ini, masyarakat bisa sewa gunting kuku hingga helikopter