Per 2017, nilai investasi kelautan dan perikanan capai Rp 4,03 triliun
Per triwulan III-2017, negara utama asal Penanaman Modal Asing (PMA) adalah Singapura, Filipina, Belgia, China dan Jepang. Di mana, 73 persen dana asing diinvestasikan di usaha pengolahan, 19 persen di usaha produksi, dan 7,25 persen di usaha perdagangan.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat nilai investasi pada 2017 mencapai lebih dari Rp 4 triliun. Ditargetkan nilai investasi pada 2018 bisa mencapai Rp 6,3 triliun.
"Sampai dengan triwulan III tahun 2017, nilai investasi kelautan dan perikanan mencapai Rp 4,03 triliun," kata Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Nilanto Perbowo, saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Kamis (11/1).
Dia menjelaskan, nilai investasi di bidang usaha produksi tangkap dan budidaya mengalami kenaikan 96,81 persen atau Rp 1,23 triliun dibanding triwulan III 2016. Nilai investasi bidang usaha industri pengolahan juga mengalami kenaikan 0,4 persen atau Rp 2,29 triliun dibanding triwulan III 2016.
Sementara, per triwulan III-2017, negara utama asal Penanaman Modal Asing (PMA) adalah Singapura, Filipina, Belgia, China dan Jepang. Di mana, 73 persen dana asing diinvestasikan di usaha pengolahan, 19 persen di usaha produksi, dan 7,25 persen di usaha perdagangan.
Baca juga:
Kapal navigasi Edam buatan anak bangsa berlayar perdana di laut Jakarta
Berkat Deklarasi Djuanda, Indonesia jadi negara kepulauan revolusioner
Kisah Susi Pudjiastuti selamatkan uang negara Rp 8,4 T hingga dicap menteri berbahaya
Menteri Susi bangga bisa efisiensi anggaran Rp 8,4 T selama tiga tahun
Ikan Hiu Paus lebih besar dari kapal nelayan muncul di Kalimantan Barat
Industri ikan hias Singapura terbesar di dunia, padahal bahan baku dari RI
Perluas lapangan kerja, pemerintah dorong perkembangan industri ikan hias