Penjualan BBM, Kemendag sebut kecurangan kerap terjadi di SPBU
"Macam-macam, ada yang misalnya pipa di bawahnya dilubangi, ada yang elektroniknya sekarang dimofidikasi."
Pemerintah mengungkapkan kecurangan penjualan bensin kerap terjadi di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Indonesia. Ini dilakukan guna mendapatkan keuntungan lebih dari komoditas yang harganya sudah dipatok oleh pemerintah tersebut.
Direktur Metrologi Kementerian Perdagangan Hari Prawoko memaparkan berbagai modus guna mengakali konsumen.
"Macam-macam, ada yang misalnya pipa di bawahnya dilubangi, ada yang elektroniknya sekarang dimofidikasi. Ya macam-macam sih," kata Hari saat ditemui di BPH Migas, Jakarta, Senin (16/2).
Hari tak bisa memastikan siapa pelaku kecurangan tersebut. Dia hanya bisa menduga kecurangan bisa dilakukan oleh pihak yang memiliki akses ke alat ukur BBM di SPBU.
"Kami belum punya data pasti, karena mobil itu jarak dari satu Depo sama SPBU jauh banget. Jadi ada peluang menguap, jadi kami nggak bisa juga menyalahkan tiba-tiba berkurang," jelasnya.
Menurut Hari, pihaknya banyak menerima pengaduan kecurangan SPBU tahun lalu. Kecurangan terbesar terjadi pada penjualan solar.
"Paling banyak 2015 itu SPBU di Medan sama Riau."
Baca juga:
BPH Migas masih temukan alat ukur BBM tak akurat
Pemerintah temukan SPBU asing jarang curang dibanding milik lokal
Ada ketidakadilan, pemerintah harus transparan tentukan harga BBM
ESDM: Maret, jadi penentu harga BBM naik atau turun
ESDM tengah godok aturan penghapusan premium di Jakarta