Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemerintah temukan SPBU asing jarang curang dibanding milik lokal

Pemerintah temukan SPBU asing jarang curang dibanding milik lokal antrean di SPBU. arie basuki©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH MIGAS) bersama Kementerian Perdagangan melalui Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tata Niaga melakukan pengawasan terhadap operasional stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di seluruh Indonesia. Pengawasan ini untuk mengurangi kecurangan yang sering dikeluhkan oleh masyarakat.

Pengawasan tersebut dilakukan secara merata, baik SPBU yang dikelola Pertamina maupun yang dikelola oleh perusahaan asing seperti Shell dan Total.

"Ya (pengawasan) sama saja," kata Direktur Metrologi Kementerian Perdagangan, Hari Prawoko di Kantor BPH Migas, Jakarta, Selasa (16/2).

Menurut pengawasan yang dilakukan beberapa kali oleh Direktorat Metrologi terhadap SPBU-SPBU yang tersebar di Indonesia, lanjut Hari, diperoleh kesimpulan bahwa SPBU yang dikelola operator asing relatif lebih tertib.

Malah, lanjut Hari, SPBU yang dikelola operator asing dinilai cukup laik mendapat apresiasi. "Kesimpulan kami malah yang milik asing lebih bagus. Selama ini kita apresiasi lah mereka bisa jaga akurasinya," ucap Hari.

Sementara itu, mengenai kota-kota yang marak menuai keluhan terkait dugaan adanya kecurangan dalam pengisian bahan bakar, Hari mengatakan, rata-rata pengaduan terjadi di Pulau Jawa.

"Hampir sama sih (pengaduan setiap tahun) rata-rata di Pulau Jawa. Kalau Medan itu karena hasil temuan dari pengawasan kami. Jadi random sebenarnya pengawasan yang dilakukan," tutupnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP