Pengusaha yakin Vatikan akan dukung Indonesia perangi boikot CPO
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Joko Supriyono yakin bahwa Vatikan akan mendukung upaya Indonesia dalam melawan rencana larangan produk sawit Indonesia oleh Eropa.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Joko Supriyono yakin bahwa Vatikan akan mendukung upaya Indonesia dalam melawan rencana larangan produk sawit Indonesia oleh Eropa.
Keyakinan ini muncul setelah pertemuan produsen minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) dunia di Vatikan, Roma pada Selasa (15/5) lalu.
"Kalau Vatikan pasti setuju. Makanya Vatikan mendukung," ungkapnya di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (31/5).
Dia menilai, Vatikan memberi perhatian lebih terhadap isu kemanusiaan dan kemiskinan. Sehingga, Vatikan diyakini akan mendukung Indonesia memerangi larangan ekspor CPO ke Uni Eropa, karena akan merugikan petani kelapa sawit Indonesia.
"Vatikan itu concern-nya soal kemanusiaan, kemiskinan. Jadi palm oil itu bukan hanya duit, ada sisi kemanusiaan, yang bersentuhan dengan kemiskinan di negara-negara berkembang. Begitu anda menghambat sawit, mengganggu aspek kemanusiaan," tegasnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan pada pertemuan tersebut pihaknya akan kembali mempromosikan Indonesia sebagai produsen CPO terbesar.
"Ya tujuannya juga sebenarnya kita sambil mengenalkan Indonesia, dan menjelaskan bahwa kita tidak semata-mata masalah kelapa sawit, kita melihat itu masalah kemiskinan, masalah humanity, dan keadilan, jadi itu nanti yang akan kita tekankan di sana," ungkapnya saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Rabu (9/5).
Baca juga:
Perundingan perdagangan CPO dengan Tunisia dan Maroko dimulai setelah Ramadan
RNI tak khawatir larangan ekspor CPO pengaruhi keuangan anak usaha
PTP Mitra Ogan gandeng KBI kembangkan industri kelapa sawit RI
Pasca kenaikan bea masuk CPO, GAPKI dekati rekan bisnis di India
Hingga April 2018, ekspor kelapa sawit RI menurun 4 persen