Perundingan perdagangan CPO dengan Tunisia dan Maroko dimulai setelah Ramadan
Merdeka.com - Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Joko Supriyono mengatakan pihaknya bersama Kementerian Perdagangan akan memulai perundingan kerja sama perdagangan produk sawit dengan dua negara di Afrika, yakni Tunisia dan Maroko.
"Setelah lebaran tim kita akan bersama Kementerian Perdagangan ke Tunisia, Maroko, ke pasar baru. Pasar baru dicari lama dipertahankan, dijaga. Tunisia itu mulai perundingan, di samping kita bikin bisnis forum," ungkapnya di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (31/5).
Dia menjelaskan, jumlah penduduk yang besar ditambah produksi CPO dalam negeri yang belum besar, menyebabkan Afrika memiliki potensi pasar CPO RI yang sangat besar. "Afrika secara penduduk besar sekali. Satu negara bisa 60 juta sampai 80 juta. Tahun lalu ke Nigeria, 80 juta dan produksi di sana kecil," kata dia.
Ekspor CPO ke Afrika pun dapat dibilang menjanjikan. Dalam tiga tahun terakhir, pertumbuhan tahunan ekspor CPO ke Afrika tumbuh di atas 10 persen.
"Masih kecil-kecil (untuk setiap negara), tapi kalau digabung totalnya tinggi. Sekarang masih digabung Afrika. Dalam tiga tahun terakhir naik konsisten. Naiknya tiap tahun di atas 10 persen lah," tandasnya.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya