LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pengusaha minta pemerintah keluarkan kebijakan ekstra redam pelemahan Rupiah

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy Nicholas Mandey, mengatakan bahwa pemerintah perlu serius dalam mengatasi dampak pelemahan nilai tukar Rupiah ini. Sejumlah kebijakan fiskal dan moneter, kata dia, perlu segera dikeluarkan kembali untuk meredam penguatan mata uang negeri Paman Sam tersebut.

2018-10-11 15:47:37
Rupiah
Advertisement

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) masih menunjukkan pelemahan hingga berada di atas level Rp 15.200 per USD. Angka ini jauh melampaui target pemerintah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar Rp 13.400 per USD.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy Nicholas Mandey, mengatakan bahwa pemerintah perlu serius dalam mengatasi dampak pelemahan nilai tukar Rupiah ini. Sejumlah kebijakan fiskal dan moneter, kata dia, perlu segera dikeluarkan kembali untuk meredam penguatan mata uang negeri Paman Sam tersebut.

"Kalau lebih dari satu kuartal ini perlu ada kebijakan ekstra lagi yang harus dikeluarkan pemerintah gitu yak," ungkapnya saat dihubungi merdeka.com, Kamis (11/10).

Advertisement

Diketahui, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) makin terperosok di perdagangan siang ini, Kamis (11/10). Pagi tadi, Rupiah dibuka di level Rp 15.223 per USD atau melemah tipis dibanding penutupan perdagangan kemarin di Rp 15.200 per USD. Mengutip data Bloomberg, siang ini Rupiah semakin melemah. Tercatat, nilai tukar saat ini berada di Rp 15.266 per USD.

Sebelumnya, Roy menyebut bahwa pelemahan Rupiah secara besar akan berdampak kepada para pelaku usaha ritel di Indonesia. Sebab, beberapa barang komoditas yang dijual pun masih didatangkan melalui impor.

"Sekarang kan (dolar) sudah Rp 15.000 lebih maka akan yang terkena (dampak) pertama itu adalah barang-barang impor," kata Roy.

Advertisement

Roy menyebut ada beberapa jenis barang impor yang akan berdampak akibat melemahnya mata uang Garuda ini. Beberapa barang tersebut yakni yang sifatnya seperti produk barang mewah. Kemudian, beberapa barang yang tidak bisa diproduksi di dalam negeri sehingga harus memutuskan untuk impor, serta barang yang bersifat branded fashion.

"Paling tidak ketiga barang itu yang akan kena eskalasi harga terlebih dahulu," imbuhnya.

Baca juga:
Kurs Dolar menguat, pemerintah didorong transaksi pakai mata uang alternatif
Harga mobil merangkak naik imbas melemahnya nilai tukar Rupiah
Siang ini, Rupiah makin terperosok ke level Rp 15.266 per USD
Indonesia dan Singapura sepakati kerja sama fasilitas swap senilai USD 10 miliar
3 Dampak terperosoknya Rupiah ke Rp 15.200an per USD, termasuk PLN terancam rugi
Rupiah terperosok, harga celana jeans dan jaket di Tanah Abang merangkak naik
Barang mewah hingga fesyen bermerek mulai terdampak anjloknya Rupiah

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.