Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Harga mobil merangkak naik imbas melemahnya nilai tukar Rupiah

Harga mobil merangkak naik imbas melemahnya nilai tukar Rupiah 10 Mobil baru jelang lebaran. ©2014 Otosia.com

Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) masih terus melemah. Bahkan, di perdagangan hari ini Rupiah sempat menyentuh level Rp 15.266 per USD. Pelemahan nilai tukar mulai berimbas pada harga-harga di dalam negeri, termasuk kendaraan bermotor.

Direktur BCA Finance, Petrus Karim mengatakan, saat ini sudah ada beberapa jenis kendaraan mobil yang harganya mulai mengalami kenaikan.

"Saat ini yang terjadi adalah ada yang beberapa sudah naik harga mobil ya, ada juga yang masih bertahan," kata Petrus saat ditemui di Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (11/10).

Dia menjelaskan kenaikan tersebut bervariasi tergantung pada besaran impor bahan baku di mobil tersebut.

"Tergantung mobilnya, berapa banyak mobilnya impor atau bahan bakunya impor, berapa persen dari lokal konten istilahnya ya kan mempengaruhi," ujarnya.

Dia mengungkapkan, untuk merk Toyota beberapa type ada yang harganya sudah naik, namun masih ada beberapa type yang harganya masih tetap.

"Mercedes Benz juga belum naik, BMW juga belum naik. Ada yang sudah naik ada yang belum," ucapnya.

Selain itu, kenaikan harga juga dipengaruhi oleh stok. Untuk stok lama dipastikan harganya masih tetap sebab saat proses impor masih menggunakan kurs atau nilai tukar yang lama.

"Naik atau belum itu juga tergantung berapa banyak stok yang dia punya saat ini. Stok itu kan dia impor dengan kurs yang masih lalu kan, masih punya nih jadi jual lah dengan kurs yang lama. Begitu stoknya habis dia impor lagi dengan kurs yang baru otomatis nanti naik kan. Kapan nantinya ya kita ga tau, tergantung jumlah barangnya gitu ya kira-kira," tutupnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP