Pengusaha makanan-minuman bakal naikkan harga produk, ini pemicunya
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi S Lukman mengatakan, beban biaya produksi yang harus ditanggung pengusaha saat ini semakin besar.
Pengusaha makanan dan minuman (mamin) akan menaikkan harga jual produknya sekitar 5 persen. Hal ini didorong oleh sejumlah faktor seperti melemahnya nilai tukar Rupiah dan kenaikan biaya logistik.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi S Lukman mengatakan, beban biaya produksi yang harus ditanggung pengusaha saat ini semakin besar. Selain karena nilai tukar, langkah penertiban terhadap truk pengangkut bahan pangan dan produk mamin juga mendorong peningkatan biaya logistik.
"Pada saat sekarang kita sulit menaikkan harga jual. Ya otomatis membebani perusahaan lagi, mengurangi margin lagi, makin lama makin tidak sehat karena kita juga kena biaya kenaikan bahan baku karena impor karena nilai tukar. Sekarang kena lagi di logistik," ujar dia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (5/8).
Menurut dia, dengan kondisi seperti ini, seharusnya harga produk mamin harusnya sudah naik antara 3 persen-5 persen. Namun, masing-masing pengusaha masih mempertimbangkan dampak dari kenaikan harga tersebut terhadap penjualan produknya.
"Saya rasa (harusnya) sudah naik 3 persen-5 persen. (Penjualan) Justru itu, penjualan akan berpengaruh. Karena terus terang dalam penjualan mamin untuk pangan olahan setelah Lebaran sedikit lambat. Memang siklusnya. (Dengan naik 5 persen) Bisa (mengembalikan) margin tetapi kan kita khawatir penjualan turun. Itu yang menjadi pertimbangan," jelas dia.
Adhi menyatakan, saat ini pengusaha tengah menghitung untung rugi jika menaikkan harga jual produknya. Jika keuntungannya terus tergerus, maka mau tidak mau harga jualnya akan dinaikkan.
"Itu masing-masing perusahaan. Kalau lihat kondisi sudah tidak memungkinkan untuk menahan margin, ya mau tidak mau, dari pada rugi, ya harus naik. Tapi itu jalan terakhir," tandas dia.
Reporter: Septian Deny
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Peternak ayam keluhkan biaya produksi naik akibat pelarangan antibiotik pada pakan
5 Cerita fantastis Mentan Amran soal terwujudnya swasembada pangan di era Jokowi
Menko Darmin yakinkan kenaikan harga telur dan daging ayam mereda dalam 2 bulan
BPS catat masih ada kenaikan harga beras sepanjang Juli 2018
BPS: Inflasi Juli 0,28 persen dipicu telur, daging ayam dan harga bensin
Jeritan petani sawit: Hemat-hemat makan, bayar sekolah tak mampu