Pengusaha Hotel Khawatir Muncul Masalah Sosial karena Tak Mampu Gaji Karyawan
PHRI mencatat bahwa ada 1.226 hotel yang tutup sementara akibat covid-19. Diperkirakan, ada 150 ribu pegawai yang tidak memiliki pendapatan karena tempat kerjanya ditutup.
Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, Hariyadi Sukamdani menyebut bahwa stimulus yang diberikan pemerintah untuk pengusaha saat ini tidak cukup menghadapi pandemi virus corona. Sebab, bagi perusahaan di industri pariwisata, masalah terbesar terkait pendapatan karyawannya.
"Sebetulnya yang paling penting adalah terkait bagaimana menjaga pendapatan pekerja karyawan kita," kata Hariyadi saat dihubungi wartawan, Jakarta Selasa (7/4).
PHRI mencatat bahwa ada 1.226 hotel yang tutup sementara akibat covid-19. Diperkirakan, ada 150 ribu pegawai yang tidak memiliki pendapatan karena tempat kerjanya ditutup.
Jumlahnya pun bisa bertambah. Para Pegawai ini tidak memiliki pendapatan. Bukan tidak mungkin banyak masalah sosial yang muncul.
"Adanya kartu Pra Kerja kan bagus ya dengan begitu ada intervensi langsung dari negara pada karyawan," kata dia.
Namun, dia mempertanyakan apakah program Kartu Pra Kerja bisa mencakup semua yang terdampak atau tidak. Sebab banyak orang bekerja yang tiba-tiba tidak berpenghasilan.
Dia berharap pemerintah segera bisa mengatasi penyebaran virus corona. Bila hal ini bisa diatasi sektor ekonomi otomatis akan segera membaik.
"Insya Allah ekonomi dapat mengikuti dan kita sama-sama menjaga ini dan mengurangi seminimal mungkin penyebaran ini dengan mengurangi aktivitas," kata dia mengakhiri.
Baca juga:
PHRI: 1.226 Hotel Sudah Lapor Tutup Usaha, 150.000 Pegawai Dirumahkan
Karyawan Hotel Tak Terima THR dan Gaji Imbas Bisnis Lesu Akibat Corona
39 Hotel di Makassar dan Gowa Tutup Gara-Gara Pandemi Corona
Tak Ada Tamu Menginap, Belasan Hotel di Lombok Rumahkan 1.316 Karyawan
Imbas Pandemi Covid-19, Hotel & Restoran di Banten Terancam Gulung Tikar
Asosiasi: Kabar Puluhan Hotel di Bali akan Dijual Tidak Benar