Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Karyawan Hotel Tak Terima THR dan Gaji Imbas Bisnis Lesu Akibat Corona

Karyawan Hotel Tak Terima THR dan Gaji Imbas Bisnis Lesu Akibat Corona Ilustrasi hotel. ©2012 Shutterstock/pjcross

Merdeka.com - Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukamdani, mengatakan tidak semua pengusaha perhotelan mampu memberikan tunjangan hari raya (THR) kepada karyawannya. Sebab, saat ini tidak ada pemasukan atau pendapatan dari bisnis ini.

"Kalau hotel kemungkinan besar yang masih bisa membayar THR jumlahnya sedikit dan itu kemungkinan juga tidak penuh," kata Hariyadi saat dihubungi wartawan, Jakarta, Selasa (7/4).

Tak adanya pemasukan di tengah pandemi ini membuat pengusaha sulit memberikan THR kepada karyawannya. Bahkan, perusahaan telah banyak meminta para pegawainya untuk mengambil cuti tanpa dibayar.

"Semua diminta untuk cuti di luar tanggungan perusahaan karena perusahaan sama sekali tidak bisa membayar," kata Hariyadi.

Dalam catatannya, terdapat 1.226 hotel yang melaporkan menutup sementara aktivitas perhotelan. Jumlah ini bisa bertambah, lantaran ini hanya berdasarkan laporan yang diterima PHRI.

Diperkirakan, jumlah pegawai yang terdampak wabah virus corona ini mencapai 150.000 orang. "Kalau tidak ada cashflow apa yang mau diberikan," ungkapnya.

Butuh 1 Tahun untuk Proses Pemulihan

tahun untuk proses pemulihan rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Tak adanya pelanggan yang datang dan proses penjualan produk yang terhenti membuat perusahaan tak sanggup membayar gaji atau THR. Untuk mengembalikan kepada posisi semula dibutuhkan waktu yang tak sebentar. Minimal 6 bulan sampai 1 tahun kondisi perusahaan hotel baru akan membaik.

Dia melanjutkan, selama ini koordinasi yang dibangun asosiasi dengan pemerintah sudah cukup baik. Hanya saja koordinasi tersebut tetap tidak menyelesaikan masalah yang ada.

"Koordinasi sama pemerintah sangat baik tapi kan masalahnya ekonominya berhenti, jadi tidak bisa diapa-apain," lanjut dia.

Perusahaan harus memulainya kembali dari nol. Namun, hal itu juga masih belum bisa dipastikan kapan waktu memulainya.

"Tidak mungkin habis tutup tiba-tiba bisa ngejar, tidak mungkin karena customer juga dalam kondisi tidak punya dana," katanya mengakhiri.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP