Pengusaha: Daya beli turun, orang tidak ingin belanja karena pendapatan stagnan
Menurut pengusaha, perlu kebijakan yang berani untuk dapat kembali meningkatkan konsumsi dan gairah pasar. Dia mengusulkan, PPN untuk semua perbelanjaan dibebaskan dalam kurun waktu tertentu.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Roeslani mengakui daya beli masyarakat tengah mengalami penurunan. Tak hanya itu, dari tinjauan lapangan dan dialog bersama pelaku usaha, pihaknya juga menemukan fakta bahwa pertumbuhan dunia usaha berlangsung melambat.
Menurutnya, perlu kebijakan yang berani untuk dapat kembali meningkatkan konsumsi dan gairah pasar. Dia mengusulkan, PPN untuk semua perbelanjaan dibebaskan dalam kurun waktu tertentu.
"Saya ngomong sama Bu Menteri, Bu ini juga dialami beberapa negara lain. Kasih-lah orang belanja seminggu dua minggu free PPN nggak usah bayar," ungkapnya di Grand Hyatt, Jakarta Pusat, Rabu (20/9).
"Itu pemikiran out of the box ya, tapi kenapa enggak. Bisa dikaji. Mungkin begini ya 'Kalau nggak bayar PPN kekurangan pajak'. Tapi saya bisa berargumen, pertumbuhan Indonesia 55 sampai 60 persen dari konsumsi," jelas Rosan.
Dalam pandangan Rosan, lesunya pasar saat ini lebih disebabkan karena masyarakat sedang tidak ingin berbelanja. "Nggak mau belanja saja. Pendapatan masyarakat relatif sama hanya mereka simpan duitnya dulu. Kalau kita lihat d bank dana pihak ketiga naiknya signifikan kok," kata dia.
Karena itu menurut dia, pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan untuk kembali mengerek daya beli masyarakat. "Itu juga dilakukan kebijakan itu di Thailand. Jadi, begitu keadaan agak lesu, seluruh pembelanjaan tidak dikenakan pajak. Itu bergairah lagi kan. Orang belanja lagi. Mood-nya mesti di-swing, dibalikkan gitu," ujarnya.
Baca juga:
Sinyal kematian mal dan toko ritel di Indonesia
Konsumsi listrik pusat perbelanjaan turun, termasuk Glodok dan Senayan City
Dua gerai Matahari ditutup, ini kata Mendag Enggar
Daya beli masyarakat disebut menurun, ini pembelaan Sri Mulyani
Ritel tumbuh lima persen jadi bukti daya beli masyarakat RI mulai naik