LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pengusaha: Dampak penguatan Rupiah belum terlalu terasa

"Kalau dampak positifnya pasti ada tetapi belum terlalu terasa."

2015-10-18 11:50:18
Rupiah
Advertisement

Laju pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika (USD) cenderung menguat dari awal Oktober ini. Rupiah bergerak di kisaran Rp 13.500-an per USD. Namun demikian, penguatan Rupiah disebut belum berdampak pada pengusaha dalam negeri.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah, Frans Kongi menyatakan dampak penguatan Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) belum signifikan.

"Kalau dampak positifnya pasti ada tetapi belum terlalu terasa, mungkin dalam waktu dekat ini akan mulai terasa khususnya dari sisi operasional perusahaan," katanya seperti dilansir Antara Semarang, Minggu (18/10).

Advertisement

Menurut dia, dampak baik penguatan Rupiah akan sangat dirasakan oleh industri yang selama ini masih bergantung pada bahan baku impor. "Dengan begitu daya saing produk Indonesia di pasar global akan semakin baik karena harganya juga dapat lebih ditekan," katanya.

Salah satu sektor industri yang akan sangat merasakan dampak baiknya adalah industri tekstil. Menurut dia, hingga saat ini industri tekstil masih sangat tergantung oleh bahan baku dari luar negeri yaitu kapas.

Pihaknya berharap, dengan adanya penguatan rupiah dan dikeluarkannya paket kebijakan ekonomi jilid IV tersebut akan menggeliatkan operasional industri dalam negeri. "Saya optimistis penguatan Rupiah dan paket kebijakan ekonomi ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di triwulan IV," katanya.

Advertisement

Diharapkan pula, kondisi tersebut diperkuat dengan mulai berjalannya proyek-proyek pemerintah yang melibatkan masyarakat. Dengan berjalannya proyek tersebut maka akan terjadi perputaran uang di kalangan masyarakat.

"Dengan adanya perputaran uang maka daya beli dari masyarakat akan meningkat. Apalagi ini jelang akhir tahun di mana kebutuhan masyarakat akan mengalami peningkatan," katanya.

Frans mengakui untuk saat ini lebih optimistis dengan pasar di dalam negeri mengingat pasar luar negeri masih cenderung lesu.

"Kalau untuk ekspor memang masih cukup lesu sehingga diharapkan pasar dalam negeri ini dapat menjadi alternatif untuk penjualan produk kami," tutupnya.

Baca juga:
Nilai tukar Rupiah naik turun, pengusaha kebingungan
Bank Indonesia klaim paket kebijakan pemerintah buat Rupiah menguat
Menebak arah nilai tukar Rupiah pasca menguat tajam di awal Oktober
Rupiah ditutup menguat 1,45 persen di Rp 13.418 per USD
Awal Oktober, BPS catat rupiah menguat terhadap empat mata uang

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.