Pengunjung membludak, Bos KAI & Rini turun tangan atur pintu masuk
Pengunjung Kereta Api Travel Fair membludak hingga merangsek masuk JCC. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Edi Sukmoro dan Menteri BUMN, Rini Soemarno harus turun tangan langsung untuk mengatur situasi.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengadakan travel fair dengan menjual 642.000 tiket murah untuk berbagai destinasi dengan diskon hingga 72 persen. Gelaran travel fair ini dihelat di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu (29/7).
Pantauan merdeka.com, saat acara berlangsung situasi masih terkendali. Namun, banyaknya jumlah pengunjung membuat situasi tak terkendali. Padahal, KAI telah melakukan berbagai skenario pengaturan pengunjung.
Padatnya pengunjung ditambah hujan yang turun membuat pengunjung yang berada di depan hall merangsek masuk dan menyebabkan para petugas kewalahan. Aksi dorong-mendorong terjadi antara petugas dan pengunjung.
Bahkan, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Edi Sukmoro dan Menteri BUMN, Rini Soemarno harus turun tangan langsung untuk mengatur situasi.
"Sesak Pak. Sesak di sana (ruang tempat pengunjung menunggu giliran masuk untuk mendapatkan tiket)," ungkap seorang Ibu.
Sementara itu seorang bapak paruh baya, mengaku kecewa karena tidak kebagian tiket gratis, padahal dia sudah mengantre cukup lama.
"Kecewa. Kita sudah antre lama. Kami sudah datang jauh-jauh. Kan informasinya harus datang ke JCC," protesnya kepada Dirut PT KAI.
Sementara itu, salah seorang petugas keamanan, mengatakan pihaknya sudah berusaha sekuat tenaga untuk menjaga situasi, salah satunya dengan membuat pembatas antara pengunjung dengan menggunakan tali. Namun, pengunjung memang terlalu banyak.
"Kita kan sudah buat batas. Ada pengaturannya, hanya pengunjung tidak patuh dibongkar pengaturannya jalur," pungkasnya.
Baca juga:
Di KATF, tiket eksekutif ke Yogyakarta dijual Rp 125.000
KAI sebut kereta tua penyebab KA Prameks kerap terlambat
KAI jual 640.000 tiket kereta eksekutif & beri diskon 72 persen
Gelar travel fair, KAI beri diskon tiket kereta eksekutif 72 persen
Waspada modus penipuan manfaatkan lowongan kerja PT KAI
Kena gusur, pedagang Sarkem bakal gugat PT KAI ke PN Yogyakarta