Pengguna listrik buatan remaja usia 17 tahun harus tetap bayar
Tapi tak semua pengguna diharuskan membayar biaya perawatan. Untuk warga desa yang diketahui tidak mampu, menurut Ki Supat dibebaskan dari biaya perawatan.
Gamma Abdurrahman Thohir, remaja berusia 17 tahun menggagas proyek Micro Hidro for Indonesia. Melalui program ini, 75 rumah tangga di Desa Kasepuhan Ciptagelar, Sukabumi, Jawa Barat akhirnya dapat menikmati listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik tenaga air yang memiliki kapasitas 40 KW.
Ketua Operator Proyek Micro Hidro di Desa Kasepuhan, Ki Supaya mengatakan, pihaknya tetap mengenakan biaya perawatan kepada para pengguna listrik Micro Hidro tersebut sebesar Rp 400 per Watt.
Biaya tersebut diperoleh dari hasil musyawarah bersama seluruh pengguna listrik, sehingga tidak menjadi beban baru bagi warga terutama yang tidak mampu.
"Kita putuskan dalam musyawarah dengan masyarakat Rp 400 per Watt. Jadi misalnya satu titik pakai 20 Watt bayar Rp 8.000 per bulan," ungkapnya di Pasific Place, Jakarta Selatan, Kamis (5/10).
Tapi tak semua pengguna diharuskan membayar biaya perawatan. Untuk warga desa yang diketahui tidak mampu, menurut Ki Supat dibebaskan dari biaya perawatan.
Adapun hasil yang diperoleh dari pengumpulan biaya perawatan tersebut separuhnya disimpan di Koperasi untuk keperluan perawatan alat, juga untuk membayar operator alat.
"Hasilnya kita simpan di koperasi untuk sebagai cadangan perawatan. Separuh buat kita beri yah alakadarnya untuk operator, juga pemeliharaan air dan alat," tandasnya.
Baca juga:
Presiden Jokowi ingin PLTU Jawa selesai di 2019, lebih cepat satu tahun
Terangi Indonesia Timur, PLN beli 1.000 diesel & beri listrik gratis ke warga miskin
Jokowi: Tiga tahun lalu saya ke daerah keluhannya listrik kurang, sekarang nggak lagi
Presiden Jokowi resmikan megaproyek PLTU senilai USD 5,87 miliar
Presiden Jokowi klaim proyek PLTU Banten serap 10.000 tenaga kerja