Presiden Jokowi klaim proyek PLTU Banten serap 10.000 tenaga kerja
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan peletakan batu pertama dua proyek yakni PLTU Jawa 7 berkapasitas 2x1.000 MW dan PLTU 9&10 juga 2x1.000 MW, dan peresmian pengoperasian secara komersial (commercial on date/COD) PLTU IPP Banten 660 MW di Desa Terate, Kecamatan Kerawatwatu, Kabupaten Serang, Banten.
Presiden Jokowi mengatakan, selain untuk memberikan manfaat listrik ke rumah-rumah, proyek ini penting dilakukan karena menyerap tenaga kerja. "Saya dapat laporan bahwa proyek yang ada menyerap tenaga kerja kurang lebih 10.000. Kenapa investasi itu perlu, kenapa proyek ini diperlukan karena menyerap tenaga kerja, kurangi pengangguran di mana proyek ini dibangun," kata Presiden Jokowi, Kamis (5/10).
Dia melanjutkan, seperti pada tahun ini, untuk mengurangi pengangguran pemerintah telah membuka penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di kementerian dan lembaga (K/L). "Pada tahun ini telah dibuka juga penerimaan untuk PNS itu 43.000 kemudian penerimaan untuk BUMN 17.000. Kalau ditambah proyek gede-gede ini 10.000, 10.000, itu akan kurangi pengangguran yang banyak," katanya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menambahkan, setiap investasi yang digenjot pemerintah sudah pasti membuka lapangan pekerjaan.
Sebelumnya, Presiden Jokowi didampingi Menteri ESDM Ignasius Jonan meresmikan tiga megaproyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berkapasitas total 4.660 MW dengan nilai investasi keseluruhan USD 5,87 miliar.
Proyek PLTU Jawa 7 bernilai investasi USD 1,88 miliar dengan rencana COD untuk unit 1 pada April 2020 dan unit dua pada Oktober 2020. Harga jual listrik ke PT PLN (Persero) disepakati 4,21 sen dolar/kWh.
PLTU Jawa 9&10 dengan skema listrik swasta (IPP) dibangun di sebelah PLTU Suralaya 1-8, Banten dengan nilai investasi USD 3 miliar.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya