Pengembang kereta cepat: Kami tidak minta yang berlebihan
Dia juga mengeluhkan banyak pihak yang terus 'berkicau' menolak pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung.
Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Hanggoro Budi Wiryawan mengaku perjuangannya untuk merealisasikan megaproyek kereta cepat Jakarta - Bandung begitu sulit. Berbelitnya birokrasi Indonesia menjadi kerikil tajam penghambat proses perizinan di Tanah Air.
Selain banyaknya persyaratan yang mesti dilengkapi, dia juga mengeluhkan banyak pihak yang terus 'berkicau' menolak pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung.
"Kami memohon, kami berharap, kalau memang swasta mau didorong untuk investasi bantu pemerintah, tolong berikan fasilitas kami yang wajar. Kami tidak minta yang berlebihan," ujar Hanggoro di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (4/2).
Dirinya bahkan berani memastikan jika proyek ini tidak dipersulit, maka target penyelesaian pembangunan di akhir 2018 akan terealisasi. Hal ini tentu akan memberi angin segar kepada masyarakat karena mulai 2019 sudah bisa menikmati megaproyek tersebut.
"Kami di sini makanya minta konsesi 50 tahun, ini kita yang jamin, kita yang bangun, kita yang operasikan, kita maintenance sedemikian rupa supaya ini bisa jangka panjang," tutupnya.
Baca juga:
Bos KCIC sebut KA cepat tidak bisa tahan hingga 100 tahun
Bos kereta cepat: Kami tak izinkan China bawa buruh
Bos KCIC sebut mahalnya proyek KA cepat karena pembebasan lahan
Beda dengan Kemenhub, KCIC sebut jalur kereta cepat aman bencana
Pemerintah tegaskan masyarakat butuh kereta cepat
Bos KCIC akui ada 3 izin KA cepat yang belum dikeluarkan pemerintah
Hengkangnya Panasonic & Toshiba tak ada hubungannya dengan KA cepat