Pengembang: Hanya Segmen Rumah Subsidi yang Mampu Bertahan di Tengah Pandemi
Menurut Totok, hanya rumah bersubsidi yang mampu bertahan saat pandemi Covid-19. Hal ini karena ada dua faktor utama yang menjadi penopang atas tren positif kinerja segmen rumah bersubsidi.
Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI), Paulus Totok Lusida mengakui bahwa sektor properti sebagai salah satu yang terdampak parah akibat pandemi Corona atau Covid-19. Menurutnya, pil pahit ini tercermin dari anjloknya kinerja sektor properti di semua segmen.
"Mulai dari segmen mal kita anjlok 85 persen, hotel occupancy rate turun hingga 90 persen, perkantoran turun 74,6 persen, dan rumah komersil turun 50 sampai 80 persen," ujar dia dalam diskusi virtual bertajuk Bonus Demografi dan Tantangan Pembiayaan Rumah, Senin (19/10).
Menurut Totok, hanya rumah bersubsidi yang mampu bertahan saat pandemi Covid-19. Hal ini karena ada dua faktor utama yang menjadi penopang atas tren positif kinerja segmen rumah bersubsidi.
"Pertama, karena konsumen masih antusias terutama di daerah. Kedua, adanya realisasi anggaran stimulus Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) hingga mencapai Rp1,5 triliun, sehingga segmen rumah subsidi mampu bertahan di tengah kondisi ekonomi sulit akibat pandemi Covid-19," paparnya.
Akan tetapi, dia menilai kinerja segmen rumah bersubsidi masih belum menggembirakan. Menyusul potensi konsumen yang berkurang akibat setelah adanya pembatasan segmen bagi profesi karyawan kontrak dan nonfix income di-reject/dibatasi.
"Selain itu, ada keterlambatan kendala teknis layanan perbankan. Di mana proses ahad terhambat karena PSBB," tukasnya.
Baca juga:
Masyarakat Berpenghasilan Menengah Harap Bisa Ikut Program Tapera
BTN Catat Rumah Subsidi Banyak Dimiliki Milenial Usia di Bawah 35 Tahun
Kementerian PUPR Catat Pembangunan Sarana Prasarana Rumah Subsidi Capai 81 Persen
BPK Surati Menteri PUPR soal Pemanfaatan Rumah Subsidi Tak Sesuai Ketentuan
CEK FAKTA: Hoaks Rumah DP 0% Berupa Peti Mati