LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pengamat: Trump punya kepentingan, tak mungkin musuhi Indonesia

Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia Faisal Basri menilai dilantiknya Presiden Amerika Serikat Donald Trump tak mempunyai pengaruh terhadap Indonesia. Apalagi, negara paman Sam merupakan ekspor terbesar di Asia Pasifik. Trans Pacific Partnership (TPP) akan mempertimbangkan jika tak bermitra dengan Indonesia.

2017-01-23 16:06:22
Donald Trump
Advertisement

Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia Faisal Basri menilai dilantiknya Presiden Amerika Serikat Donald Trump tak mempunyai pengaruh terhadap Indonesia. Apalagi, negara paman Sam merupakan ekspor terbesar di Asia Pasifik.

"Kecil sekali, ingat AS itu negara terbuka, bukan negara otoriter, jadi pendulumnya akan bergeser ke sebaliknya. Ekspor AS paling besar ke Asia Pasifik, dibandingkan dengan Eropa lebih besar Asia Pasifik. Masa dia mau musuhin kita? enggak realistis," ujar Faisal Basri di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Senin (23/1).

Selain itu, kata dia, Trans Pacific Partnership (TPP) akan mempertimbangkan jika tak bermitra dengan Indonesia. Mereka juga akan mengalami kerugian besar jika negara Paman Sam tak bekerja sama dengan negara Asia.

Advertisement

"TPP juga mulai mikir-mikir, kalau tidak rangkul Asia Pasifik, ekspor saya jeblok dong, dan di TPP itu tidak ada China, masa akan dia hapus TPP itu," jelasnya.

Lebih jauh, Faisal menambahkan negara China yang harus dikhawatirkan karena angka pengangguran industri cukup besar. Namun, pertumbuhan ekonomi di China mencapai angka 6,5 persen.

"Yang perlu khawatir tentang dinamika China, angka pengangguran di China, over capacity industrinya‎, macam-macam efeknya lebih besar bagi Indonesia. Tahun ini tadinya diperkirakan 6,2 persen, baru dikoreksi 6,5 persen jadi lebih baik dari perkiraan semula. Banyak goodnews sebenarnya di dunia," tegas Faisal.

Advertisement

"Akibat ada Trump hampir semua ekonomi di AS jadi King, menentang, jadi tidak bisa. Akhirnya rakyat AS yang merugi, angka pengangguran meningkat, harga-harga barang naik, jadi jangan terlalu histeria melihat Trump. Meski kongres dikuasai Republik, tapi kan anggota kongres dipilih langsung tanpa bantuan Trump maka dia tidak akan menciderai konstituennya," tutupnya.

Baca juga:
Standard Chartered: Ekonomi Indonesia 2017 lebih baik dibanding 2016
Fasial Basri sebut Mentan Amran paling dilindungi Presiden Jokowi
Aksi 411 buat investor ragu tanam modal di Indonesia
Pemerintah antisipasi kebijakan Trump usai dilantik jadi Presiden AS
Di Ternate, harga cabai rawit anjlok jadi Rp 65.000 per Kg
Cak Imin khawatir isu sara dan radikalisme pengaruhi ekonomi RI
Awal pekan, Rupiah perkasa di level Rp 13.363 per USD

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.