Pengamat sesalkan pemangkasan anggaran energi terbarukan
Isyaratkan ketidakseriuan pemerintah mengembangkan energi ramah lingkungan tersebut.
Pengamat energi Fabby Tumiwa menyayangkan langkah Kementerian ESDM memangkas anggaran untuk energi terbarukan. Sebab, itu mengisyaratkan ketidakseriusan pemerintah mengembangkan energi ramah lingkungan tersebut.
"Langkah tersebut menunjukkan Menteri ESDM baru tidak berpihak dan abai pada pengembangan energi terbarukan dan konservasi energi," katanya dalam keterangan tertulis, kemarin.
Sesuai roadmap Komite Energi Nasional (KEN), energi terbarukan diharapkan mencapai 23 persen dari bauran energi nasional pada 2025. Saat ini, baru 5 persen.
"Untuk mencapai target yang ambisius ini, diperlukan stimulus dana publik dan instrumen kebijakan lainnya untuk menarik investasi," kata Fabby
Kementerian Energi ESDM berencana memangkas anggaran sebesar Rp 900 miliar. Selain menyasar pos belanja operasional, pengurangan anggaran terjadi pada program energi terbarukan.
Semisal pemasangan solar rooftop pada bandara, sosialisasi program potong persen, dan Program Indonesia Terang (PIT).
"Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) menargetkan rasio elektrifikasi mencapai 96 persen pada 2019," kata Fabby.
"Penundaan pelaksanaan PIT akan berdampak pada terhambatnya penyediaan listrik di 12.600 desa yang menjadi sasaran dan setidaknya 2 juta rumah tangga yang belum terlistriki di 6 propinsi Indonesia Timur."
Baca juga:
ESDM pangkas anggaran Rp 900 M, ini sejumlah proyek kena sunat
Menteri ESDM tinjau ulang pajak untuk kegiatan eksplorasi migas
Ini hasil pertemuan Kementerian ESDM dengan operator Blok Masela
Wapres JK soal pemangkasan anggaran: Yang salah pajak nih
Ganjar curhat dampak anggaran dipangkas hingga berpikir berutang