Pengamat: Holding BUMN harus jelas jangan grasak-grusuk
Pengamat Ekonomi Universitas Gajah Mada Fahmy Radhi mengatakan pemerintah juga harus hati-hati dalam melakukan holding BUMN. Sebab, langkah tersebut harus memiliki skema dan tujuan yang jelas.
Pengamat Ekonomi Universitas Gajah Mada Fahmy Radhi mengatakan pemerintah seharusnya sudah melakukan holding BUMN sejak lama. Sebab, langkah ini mampu memperkuat struktur permodalan, meningkatkan aset, dan efisiensi bisa dicapai perseroan.
"Saya kira permasalahan holding, kita sepakat holding energi keniscayaan harus dilakukan. Kalau dilakukan maka akan perkuat struktur modal, aset, dan efisiensi. Sehingga BUMN mampu bermain di pasar global secara kompetitif, tidak jago kandang," ujarnya di kantor Core Indonesia, Jakarta, Selasa (4/10).
Meski begitu, pemerintah juga harus hati-hati dalam melakukan holding BUMN. Sebab, langkah tersebut harus memiliki skema dan tujuan yang jelas.
"Holding harus jelas, tidak boleh grasak-grusuk. Jokowi memerintahkan holding semua BUMN, Rini (menteri BUMN) gerak cepat dan beri tugas, holding energi sudah dalam proses," tuturnya.
Dia mencontohkan holding energi antara PT Pertamina dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) yang hingga saat ini tidak memiliki kejelasan. Sehingga, dia berharap agar holding BUMN di sektor lain akan lebih jelas dan terarah.
"Holding ini hanya simplifikasi (penyederhanaan), caplok PGN sebagai anak usaha Pertamina. Kalau benar begitu, hakikat holding salah tujuannya, sangat naif Rini Soemarno," tandasnya.
Baca juga:
Pemerintah harus berantas trader gas sebelum bentuk holding energi
Pemerintah harus transparan soal pembentukan holding BUMN energi
Sabet penghargaan IDX Top Ten Blue 2016, ini rahasia dapur PGN
Ini alasan Menko Darmin ngotot berikan suntikan modal ke BUMN
September 2016, PT PP raih kontrak baru hingga Rp 21 T
Pekan ini, PLN umumkan pemenang tender proyek PLTGU Jawa 1
Semester I 2016, PLN raup laba bersih Rp 7,9 triliun