Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemerintah harus transparan soal pembentukan holding BUMN energi

Pemerintah harus transparan soal pembentukan holding BUMN energi aktivitas distribusi Gas Bumi lewat jaringan pipa. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Pembentukan induk perusahaan atau holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) energi harus dilakukan secara transparan dengan konsep yang jelas. Alasannya, saat ini, pembentukan holding BUMN energi dibiarkan tertutup tanpa adanya penjelasan ke publik.

"Saya katakan agar pemerintah harus memproses pembentukan holding BUMN energi secara transparan lalu disampaikan ke publik, tidak tertutup," ujar Pengamat energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi di Jakarta, Sealsa (4/10).

Menurutnya, pembentukan holding BUMN energi harus memiliki tujuan dan konsep yang jelas.

Sementara itu, Direktur Penelitian CORE Indonesia Mohammad Faisal mengatakan pembentukan holding BUMN energi juga harus dilakukan dengan persiapan matang.

"Persiapan yang dilakukan tidak sekadar penyesuaian regulasi seperti revisi PP Nomor 44 tahun 2005, tetapi yang lebih penting adalah perumusan konsep dan peta jalan yang jelas, struktur holding yang tepat, kajian potensi dampak, strategi pendekatan antar pihak-pihak yang terlibat untuk menjalin harmonisasi dan sinergi kerja dalam tubuh holding," kata Faisal.

Selain itu, Faisal menambahkan pembentukan holding BUMN juga harus mencontoh pembentukan holding yang terbaik di negara lain. Dia mencontohkan pembentukan holding BUMN energi di Bulgaria yang mempersiapkan sinergi perusahaan dan infrastruktur sebelum disatukan.

"Target sebelum holding pertama menyatukan perusahaan-perusahaan sejenis, yang kedua mematangkan infrastruktur, baru dibentuk holding. Sekarang Bulgaria pengekspor energi ke beberapa negara di Eropa Selatan. Barangkali pola semacam itu bisa dipelajari, bisa menjadi patokan," jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga bisa berkaca dengan pemerintah Iran. Sektor migas di Iran dikendalikan oleh Kementerian Perminyakan yang membawahi empat BUMN yakni National Iranian Oil Company yang mengelola sektor hulu minyak, National Iranian Gas Company mengelola gas, National Iranian Oil Refining and Distribution Company mengelola hilir minyak, dan National Petrochemical Company yang mengelola industri petrokimia.

"Pembentukan holding perusahaan memang dapat memperkuat sinergi daya saing, tetapi jika tidak dipersiapkan dengan matang langkah ini tidak jarang dapat pula mengakibatkan gesekan antar kepentingan dan pihak," pungkasnya.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP