LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Penelitian: Perlambatan Ekonomi China Tak Pengaruhi Investasi RI

Berdasarkan hasil penelitian Lembaga Riset DBS Group, perlambatan ekonomi China mungkin sangat berpengaruh pada perdagangan global, mengingat ekonomi China menyumbang 30-40 persen terhadap pertumbuhan global dalam beberapa dasawarsa terakhir.

2019-02-07 11:04:00
DBS
Advertisement

Pertumbuhan ekonomi China dilaporkan melambat ke level 6,4 persen pada kuartal keempat tahun lalu dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini sesuai prediksi yang menyebut pertumbuhan ekonomi pada kuartal keempat lebih lambat ketimbang kuartal ketiga sebesar 6,5 persen.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, China saat ini tengah melakukan penyeimbangan kembali pertumbuhan ekonomi dengan mendorong permintaan dalam negeri. Adapun penyebab perlambatan ekonomi karena tekanan perang dagang dengan AS sejak setahun terakhir.

Berdasarkan hasil penelitian Lembaga Riset DBS Group, perlambatan ekonomi China mungkin sangat berpengaruh pada perdagangan global, mengingat ekonomi China menyumbang 30-40 persen terhadap pertumbuhan global dalam beberapa dasawarsa terakhir.

Advertisement

"Terlepas dari perkembangan di luar AS, kami menganggap narasi tentang perlambatan China kemungkinan memiliki dampak paling besar pada permintaan komoditas dan sejumlah barang konsumen. Jelas bagi kami bahwa ketika China menghadapi masalah, seluruh perdagangan dunia akan terpengaruh," kata Pakar Ekonomi DBS Group Masyita Crystallin melalui keterangan resminya, Kamis (7/2).

Bagi Indonesia, perlambatan ekonomi tersebut tidak berpengaruh besar terhadap perekonomian Tanah Air. Pertumbuhan ekonomi ditargetkan berada di angka 5,1 persen. Inflasi tetap stabil, dan indeks kepercayaan konsumen akan baik.

"Investasi di Indonesia diperkirakan akan tetap kuat, didukung oleh proyek pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)," imbuhnya.

Advertisement

Meski demikian, perlambatan ekonomi China akan berpengaruh terhadap ekspor impor Indonesia. Nilai impor diperkirakan akan menurun adanya penurunan harga minyak. Namun, ekspor justru akan melemah lebih dalam lagi.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, perlambatan ekonomi China akan mempengaruhi ekspor Indonesia. Hal tersebut kemudian akan berdampak pada ekonomi Indonesia.

"Kalau dari segi ekspor pasti ada pengaruhnya. Pertumbuhan sederhananya pilar pertama konsumsi, terutama konsumsi rumah tangga. Pilar kedua investasi, pilar ketiganya ekspor dikurangi impor tentu saja," ujar Menko Darmin di Kantornya, Jakarta, Selasa (22/1).

Dalam kondisi saat ini untuk mengantisipasi perlambatan ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi, pemerintah akan mendorong investasi. Selain investasi, konsumsi rumah tangga juga akan terus digenjot.

"Dampaknya tidak terlalu besar pengaruhnya, terhadap pertumbuhan tapi ada. Itu sebabnya kalau situasi seperti ini kita harus dorong di investasinya dan konsumsinya rumah tangga," katanya.

Baca juga:
Menko Darmin Ngaku Puas Pertumbuhan Ekonomi RI 2018 Meski Tak Capai Target
Bos Pajak soal Pertumbuhan Ekonomi RI Meleset Dari Target: Saya Tidak Terlalu Kecewa
Bos Bappenas Beberkan Penghambat Pertumbuhan Ekonomi RI
BPS Catat PDB Per Kapita Indonesia 2018 Sebesar Rp 56 Juta
Faktor-Faktor di Balik Pertumbuhan Ekonomi RI Capai 5,17 Persen

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.