Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bos Pajak soal Pertumbuhan Ekonomi RI Meleset Dari Target: Saya Tidak Terlalu Kecewa

Bos Pajak soal Pertumbuhan Ekonomi RI Meleset Dari Target: Saya Tidak Terlalu Kecewa Dirjen Pajak Robert Pakpahan. ©2017 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan angkat suara soal pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2018 yang tercatat sebesar 5,17 persen. Angka ini meleset dari target yang ditetapkan pemerintah sebesar 5,4 persen.

"Saya tidak terlalu kecewa dengan angka yang telah dirilis BPS meskipun meleset dari target pemerintah karena itu memang fakta yang ada," ungkapnya saat ditemui usai acara Indonesia Economic and Investment Outlook 2019 dikantor Badan Koordinasi Pemberian Modal (BKPM), Jakarta, Rabu (6/2).

Menurutnya, meskipun pada 2018 pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya mencapai 5,17 persen, namun ini tergolong cukup bagus karena berada di atas rata-rata pertumbuhan perekonomian di dunia yang saat ini hanya pada angka 3 persen saja.

"Pertumbuhan ekonomi sepanjang 2018 sebesar 5,17 persen dan itu bagus, karena tidak semua negara mampu mencapai angka tersebut," tambahnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2018 mencapai 5,17 persen. Namun demikian, angka ini lebih rendah bila dibandingkan dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar 5,4 persen.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, saat merancang RPJMN 2014 lalu kondisi perekonomian Indonesia dalam keadaan membaik. Namun di pertengahan jalan, terdapat perlambatan ekonomi akibat perang dagang dan kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed).

"Tapi kan banyak sekali hal tak terduga, misalnya kita kan tidak terfikir kalah The Fed naikan suku bunga acuan dan ada perang dagang antara Amerika Serikat dan China," katanya di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Rabu (6/2).

Selain itu, perlambatan ekonomi Indonesia dikarenakan ekonomi global yang juga menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Tak terkecuali beberapa negara asal tujuan ekspor Indonesia juga ikut mengalami perlambatan.

"Kondisi perekonomian global pada kurtal IV menunjukkan perlambatan, nampaknya akan terbawa ke situasi perekonomian di 2019. Kita lihat banyak prediksi dari lembaga internasional perekonomian di 2019 akan banyak tantangannya," imbuhnya.

Suhariyanto menjelaskan seperti yang terjadi pada perekonomian China. Pada kuartal IV-2018 hanya tumbuh 6,4 persen. Menurutnya, angka ini lebih rendah dibandingkan kuartal IV-2017 yang tumbuh 6,7 persen dan kuartal III 2018 yang tumbuh 6,5 persen.

"Kenapa saya ambil China karena ekspor Indonesia cukup tinggi ke China," jelasnya.

Di sisi lain negara Amerika Serikat (AS) yang merupakan pasar ekspor Indonesia yang cukup tinggi juga mengalami stagnan. Pada kuartal IV 2018, ekonomi Amerika Serikat hanya mampu tumbuh 3 persen.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Jepang sebagai salah satu negara tujuan ekspor Indonesia juga mengalami perlambatan. Pada kuartal IV-2018 ekonomi Jepang tumbuh 0,6 persen lebih rendah dibandingkan kuartal IV-2017 yang tumbuh 2,4 persen

Di samping itu, negara tetangga Singapura juga mengalami perlambatan ekonomi di kuartal IV-2018 yang hanya tumbuh 2,2 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan di kuartal III-2018 sebesar 2,3 persen dan lebih rendah dibandingkan Kuartal IV-2017 3,6 persen.

"Singapura juga melambat. Ini berpengaruh karena ekspor kita 5,74 persen," ucapnya.

Reporter: Ayu Lestari Wahyu Puranidhi

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP