Penduduk Indonesia, makin tua semakin tak bahagia
Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan pengukuran indeks kebahagiaan berdasarkan kelompok umur. Hasilnya, Indeks Kebahagiaan penduduk cenderung mengalami penurunan dengan semakin bertambahnya umur. Usia muda unggul pada Dimensi Kepuasan Hidup dan Dimensi Makna Hidup.
Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan pengukuran indeks kebahagiaan berdasarkan kelompok umur. Hasilnya, Indeks Kebahagiaan penduduk cenderung mengalami penurunan dengan semakin bertambahnya umur.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BPS, Kecuk Suharyanto, dalam sebuah acara konferensi pers di Kantornya, Jakarta, Selasa (15/8). "Penduduk dengan umur 24 tahun ke bawah memiliki Indeks Kebahagiaan tertinggi sebesar 71,29," kata Kecuk.
Usia muda, lanjutnya, unggul pada Dimensi Kepuasan Hidup dan Dimensi Makna Hidup. Sementara itu, semakin bertambah umur maka makin tinggi Indeks Dimensi Perasaan (Affect), hingga batas umur 64 tahun, dan setelah itu mengalami penurunan.
Selanjutnya, pada Subdimensi Kepuasan Hidup Personal, nilai indeks semakin menurun seiring dengan bertambahnya umur. "Sementara, pada Subdimensi Kepuasan Penduduk Sosial, nilai indeks cenderung semakin meningkat seiring bertambahnya umur sampai pada batas umur 64 tahun," pungkasnya.
Baca juga:
BPS catat laki-laki Indonesia lebih bahagia dibanding perempuan
Survei BPS, Yogya pemberi gaji terkecil tapi warganya paling bahagia
Warga yang tinggal di kota lebih bahagia dari desa
BPS: Dari skala 0-100, indeks kebahagiaan masyarakat berada di 70,69
BPS: Upah buruh tani naik 0,18 persen di Juli 2017
BPS catat Rupiah melemah 0,28 persen selama Juli 2017
BPS: Neraca perdagangan Juli 2017 defisit USD 270 juta