Pendapatan Wika Realty capai Rp 800 miliar, baru 40 persen dari target Rp 2 T
Direktur Utama PT WIKA Realty Agung Salladin mencatat pendapatan (revenue) perusahaan hingga September 2017 sebesar Rp 800 miliar, atau baru mencapai 40 persen dari target sebesar Rp 2 triliun. Sementara untuk marketing sales mencapai Rp 1,5 triliun dari target sebesar Rp 2,5 triliun.
Direktur Utama PT WIKA Realty Agung Salladin mencatat pendapatan (revenue) perusahaan hingga September 2017 sebesar Rp 800 miliar, atau baru mencapai 40 persen dari target sebesar Rp 2 triliun. Sementara untuk marketing sales mencapai Rp 1,5 triliun dari target sebesar Rp 2,5 triliun.
"Tapi masih optimis di dua bulan ini, karena masalah administrasi yang sedang kita selesaikan. Tahun kemarin laba perusahaan tercatat sebesar Rp 320 miliar, dengan penjualan mencapai Rp 2,6 triliun," kata Agung di Jakarta, Senin (30/10).
Untuk mencapai target tersebut, anak usaha dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk di bidang usaha Realty, Property Management dan Jasa Konstruksi ini tengah fokus dalam pengembangan lahan di Jakarta. Sebab, selama 2 tahun terakhir perusahaan tidak menghasilkan penjualan di Jakarta.
Hal ini dikarenakan perusahaan masih menghabiskan penjualan lama, sedangkan proyek baru masih dalam proses perizinan. Sehingga, pendorong penjualan berasal dari luar Jakarta, seperti di Manado, Bali, Makassar, Balikpapan, Semarang.
"Di situasi yang berat ini, penjualan Wika Realty di Jakarta ini tidak ada. Sudah dua tahun saya tidak punya dagangan di Jakarta. Jadi ini peluang kami untuk mengembangkan kawasan di jakarta sangat besar karena Wika sedang fokus menambah portofolio untuk lahan-lahan baru, khususnya di Jakarta," imbuhnya.
Baca juga:
WIKA Realty bakal melantai di bursa saham pada awal 2018
Anak usaha PT Wika bangun apartemen senilai Rp 400 miliar
Jasa Marga kembangkan kartu uang elektronik berbasis server
Menteri BUMN angkat Ina Primiana jadi Komisaris Utama PT Pegadaian
Kuartal III-2017, PGN raih laba bersih Rp 1,3 triliun
Sebelum ada non tunai, Jasa Marga butuh Rp 8 M per hari untuk uang kembalian