LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pencurian Makin Marak dan Profesional di Blok Rokan, SKK Migas Minta Bantuan TNI

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan pencurian minyak di Blok Rokan dengan melubangi pipa (ilegal tapping) semakin marak menjelang masa peralihan kontrak pada 2021. Selain minyak, pencurian juga menyasar kabel sensor.

2019-10-24 19:44:33
Migas
Advertisement

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan pencurian minyak di Blok Rokan dengan melubangi pipa (ilegal tapping) semakin marak menjelang masa peralihan kontrak pada 2021. Selain minyak, pencurian juga menyasar kabel sensor.

‎"Ini semakin marak di Chevron ada apa ini, lalu pencurian kabel sensor dipotong, beberapa waktu lalu pipa gas kegaruk oleh pihak ketiga,‎" kata Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, M Atok Urrahman, di Kantor SKK Migas, Jakarta, Kamis (24/10).

Menurut Atok, kegiatan pencurian tersebut dilakukan secara profesional, dengan membuat lubang di tanah sepanjang 100 meter‎ untuk melubangi pipa, sehingga pencurian tidak diketahui. Pipa yang dilubangi tersebut mengalirkan minyak ke penampungan produksi minyak siap jual (lifting).

Advertisement

"Itu bikin terowongannya 100 meter. Dia melubangi pakai pipa 2,5 inch, ini pipa shiping line titik lifting, ini sudah ahli," tuturnya.

‎Pencurian minyak sebenarnya sudah ada di area tersebut, namun belakangan ini terus meningkat. Dia pun mempertanyakan hal tersebut bisa terjadi, bahkan ada dugaan karena akan adanya peralihan pengolahan Blok Rokan seiring dengan habisnya masa kontrak Chevron pada 2021.

"Saya tidak tahu, kenapa semakin marak apa karena akan peralihan?," imbuhnya.

Advertisement

Atok mengungkapkan, pencurian minyak tersebut merugikan negara sebab mengurangi capaian lifting minyak dari Blok Rokan. Untuk menanggulangi pencurian tersebut, SKK Migas dan Chevron telah meminta bantuan pihak TNI untuk mengamankan area tersebut.

"Saya menemani Presiden Chevron bertemu Pangdam Bukit Barisan, nanti ada pengawas keamanan," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6

Baca juga:
Produksi Migas Tahun ini Terganggu Kebakaran Hutan Hingga Kebocoran Pertamina
Produksi Migas Siap Jual RI Capai 1,7 Juta Barel Setara Minyak
Pertamina EP Usung Inovasi Tingkatkan Cadangan Migas
Produksi Gas Sisa 3 Bulan, Saka Energi Ambil Alih Lapangan Kepodang
Jurus SKK Migas Genjot Performa Hulu Migas di Indonesia
Genjot Lifting Minyak, Pemerintah Bakal Menata Pengeboran Ilegal
Pekerjaan Rumah Sektor Energi Jokowi Periode II, Utamanya Revisi UU Migas

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.