Produksi Migas Tahun ini Terganggu Kebakaran Hutan Hingga Kebocoran Pertamina
Merdeka.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan pencapaian produksi minyak dan gas bumi (lifting migas) siap jual tahun ini mengalami sejumlah gangguan. Salah satunya rendahnya harga gas alam cair (Liquified Natural Gas/LNG) di pasar global yang membuat dikuranginya laju produksi gas bumi.
"Harga gas rendah lebih baik menyimpan gas dari pada menjual, berdampak pada mengurangi produksi Bontang, Tangguh dan Donggisenoro," kata Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, di Kantor SKK Migas, Jakarta, Kamis (24/10).
Dwi melanjutkan, masalah berikutnya adalah kebakaran hutan di wilayah Riau yang membuat beberapa sumur migas yang berdekatan dengan lokasi kebakaran dihentikan operasinya untuk menjaga keamanan.
"Kedua karena kebakaran di daerah Sumatera, produksi kita di Rokan ada beberapa kita setop dulu," tuturnya.
Dwi mengungkapkan, peristiwa kebocoran gas dan minyak mentah pada sumur YYA-1 Blok Offshore North West Java (ONWJ) juga membuat pencapaian lifting migas terhambat. Sebab, sumur yang dioperasikan oleh Pertamina Hulu Energi ONWJ tersebut direncanakan beroperasi pada tahun ini untuk menambah produksi migas Indonesia.
"Kejadian ONWJ, seharusnya ada tambahan produksi lifting migas tidak jadi," tandasnya.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya