Pemudik Tertahan Priok: Gangguan Teknis Kapal Tunda Perjalanan ke Makassar
Kisah Imran, seorang pemudik Makassar, menjadi sorotan setelah perjalanannya tertunda di Pelabuhan Tanjung Priok akibat gangguan teknis kapal. Simak detail penundaan dan lonjakan penumpang di Priok.
Perjalanan mudik menggunakan kapal laut masih menjadi pilihan utama bagi sebagian masyarakat Indonesia, meskipun seringkali dihadapkan pada keterbatasan jadwal dan potensi kendala teknis. Situasi ini dialami langsung oleh Imran, seorang pemudik asal Makassar, yang perjalanannya tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Imran, yang bekerja di Bangka Belitung, seharusnya sudah melanjutkan perjalanan menuju kampung halamannya.
Namun, gangguan teknis pada kapal yang akan ia tumpangi menyebabkan jadwal keberangkatannya tertunda secara signifikan. Insiden ini memaksa Imran dan 10 anggota keluarganya untuk menunggu lebih lama di ruang tunggu pelabuhan. Mereka terpaksa mengubah rencana mudik yang sudah disusun jauh-jauh hari.
Penundaan ini bukan hanya sekadar ketidaknyamanan, melainkan juga menyoroti tantangan yang dihadapi para pemudik jalur laut. Kejadian yang menimpa Imran menjadi cerminan dari dinamika arus mudik Lebaran yang selalu penuh dengan cerita dan tantangan. Pihak otoritas pelabuhan pun terus berupaya mengantisipasi berbagai kendala yang mungkin timbul.
Kisah Perjalanan Mudik Imran
Imran, pemudik asal Makassar, mengalami penundaan perjalanan mudiknya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Ia bersama 10 anggota keluarganya harus menunggu lebih lama dari jadwal seharusnya. Penundaan ini terjadi akibat gangguan teknis pada kapal yang akan membawanya. Imran dan keluarganya telah merantau di Bangka Belitung selama belasan tahun dan rutin pulang kampung setiap tahun ke Makassar.
Gangguan mesin kapal menyebabkan kapal tidak tiba tepat waktu di pelabuhan. Akibatnya, Imran kehilangan jadwal keberangkatan lanjutan menuju Surabaya dan Makassar. "Iya, ketinggal. Kapalnya macet di tengah jalan," ujarnya, menjelaskan kondisi yang ia alami.
Imran seharusnya berangkat pada pukul 02.00 WIB, namun kini harus menunggu hingga 3 April 2026. "Dari tanggal 26 Maret berangkat, sekarang tanggal 28, nunggu kapal lagi tanggal 3 April," katanya. Kejadian ini merupakan yang pertama kali dialaminya selama bertahun-tahun mudik melalui jalur laut. Ia memilih mengganti jadwal tanpa membeli tiket baru untuk melanjutkan perjalanan, yang diperkirakan memakan waktu empat hari empat malam dari Jakarta ke Makassar.
Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Tanjung Priok
Pelabuhan Tanjung Priok mencatat peningkatan signifikan jumlah penumpang pada periode mudik Lebaran 2026. Berdasarkan data laporan Posko Angkutan Lebaran per 28 Maret 2026 pukul 12.00 WIB, terjadi kenaikan sebesar 183,77 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Priok melaporkan bahwa jumlah penumpang yang berangkat (naik) mencapai 647 orang. Angka ini melonjak tajam dari 228 orang pada tahun sebelumnya.
Namun, jumlah penumpang yang tiba (turun) tercatat 338 orang, mengalami penurunan sebesar 73,45 persen dibandingkan tahun 2025 yang tercatat 1.273 orang. Secara akumulatif, total penumpang yang dilayani pada hari ini berjumlah 985 orang. Meskipun demikian, total keseluruhan penumpang mengalami penurunan 34,38 persen dibandingkan 1.501 orang pada tahun 2025.
Antisipasi dan Mitigasi Gangguan Pelayaran
Aktivitas armada di Pelabuhan Tanjung Priok pada 28 Maret 2026 mencakup satu kedatangan dan dua keberangkatan kapal. Tiga kapal yang beroperasi hari ini adalah KM Dobonsolo dengan tujuan Tanjung Perak, Surabaya; KM Salvia dari Tanjung Pandan; serta KM Star Belitung yang bersandar dari Pangkal Balam. KM Dobonsolo tercatat membawa 559 penumpang dengan tingkat keterisian 22,5 persen dari total kapasitas 2.481 orang.
Pihak otoritas pelabuhan telah memetakan rencana kedatangan kapal hingga awal April mendatang. Proyeksi penumpang tertinggi diperkirakan terjadi pada 30 Maret 2026. KM Tidar diproyeksikan mengangkut 1.814 penumpang dari Pelabuhan Tanjung Perak menuju Kijang pada tanggal tersebut.
KSOP Utama Tanjung Priok juga menyiapkan langkah mitigasi untuk mengatasi keterlambatan akibat cuaca buruk atau kendala teknis. Optimalisasi ruang tunggu pelabuhan menjadi salah satu fokus utama. Selain itu, penyediaan transportasi lanjutan juga disiapkan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk memastikan kelancaran perjalanan pemudik.
Sumber: AntaraNews