Pemprov Maluku Gelar Sidak Pasar Jelang Idul Adha, Pastikan Stabilitas Harga Bahan Pokok
Satgas Pangan Pemprov Maluku melakukan **sidak pasar Maluku** di Ambon jelang Idul Adha 1447 H. Langkah ini bertujuan memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok agar masyarakat dapat menyambut hari raya dengan tenang.
Pemerintah Provinsi Maluku melalui Satuan Tugas (Satgas) Pangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Mardika dan Pasar Batumerah, Ambon, pada 23 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan memastikan stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Langkah proaktif ini diambil untuk melindungi daya beli masyarakat.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Maluku, Achmad Jais Ely, menyatakan pemantauan tersebut krusial. Pemantauan dilakukan untuk memastikan pasokan kebutuhan masyarakat tetap tersedia dan harga bahan pokok tetap terkendali. Hal ini penting di tengah meningkatnya permintaan menjelang hari besar keagamaan yang biasanya memicu kenaikan harga.
Achmad Jais Ely menegaskan, "Satgas Pangan turun langsung ke pasar untuk memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar, stok tersedia, dan tidak terjadi praktik penimbunan maupun permainan harga yang merugikan masyarakat." Tim juga berdialog langsung dengan para pedagang guna menghimpun informasi terkini terkait kondisi pasokan dan perkembangan harga. Ini adalah bagian penting dari upaya **sidak pasar Maluku**.
Pemantauan Ketersediaan dan Harga Bahan Pokok
Dalam kegiatan **sidak pasar Maluku** yang dilaksanakan pada 23 Mei 2026, tim Satgas Pangan tidak hanya memantau secara visual. Mereka juga aktif melakukan dialog dengan para pedagang di Pasar Mardika dan Pasar Batumerah. Dialog ini bertujuan menghimpun informasi akurat terkait kondisi pasokan dan perkembangan harga sejumlah komoditas pangan strategis di lapangan.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa sebagian besar kebutuhan pokok di Ambon masih tersedia dengan cukup. Ketersediaan ini menjadi indikator positif dan memberikan ketenangan bagi masyarakat menjelang perayaan Idul Adha. Meskipun demikian, tim menemukan adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas tertentu yang perlu diwaspadai.
Berdasarkan data dari Sistem Informasi Pangan Maluku per 23 Mei 2026, harga beras premium di wilayah Maluku berkisar antara Rp17 ribu hingga Rp19 ribu per kilogram. Angka ini menjadi acuan bagi masyarakat dan pemerintah dalam memantau pergerakan harga komoditas utama.
Lonjakan Harga pada Komoditas Pangan Strategis
Meskipun ketersediaan bahan pokok secara umum cukup, beberapa komoditas strategis menunjukkan kenaikan harga yang signifikan. Harga bawang merah tercatat mencapai Rp51.949 per kilogram. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 25,37 persen dibandingkan harga sebelumnya, yang tentu membebani konsumen.
Selain bawang merah, komoditas cabai rawit merah juga mengalami lonjakan harga yang patut diperhatikan. Harganya meningkat menjadi Rp71.406 per kilogram, atau naik 24,63 persen. Kenaikan harga cabai ini seringkali menjadi pemicu inflasi pada bahan pangan.
Tidak hanya itu, harga minyak goreng curah turut mengalami kenaikan dari Rp14 ribu menjadi Rp17 ribu per liter. Fluktuasi harga ini menjadi fokus pemerintah dalam upaya menjaga daya beli masyarakat, terutama menjelang perayaan hari besar keagamaan.
Komitmen Pemprov Maluku Jaga Stabilitas Harga
Pemerintah daerah terus berupaya menjaga keterjangkauan harga bahan pokok melalui berbagai langkah strategis. Koordinasi intensif dilakukan dengan distributor, pelaku usaha, serta instansi terkait. Tujuannya adalah memastikan distribusi bahan pokok tetap lancar dan tidak ada hambatan pasokan hingga perayaan Idul Adha.
Achmad Jais Ely menegaskan komitmen Pemprov Maluku dalam menjaga stabilitas harga dan kelancaran distribusi. "Pemprov Maluku berkomitmen menjaga stabilitas harga dan kelancaran distribusi bahan pokok sehingga masyarakat dapat menyambut Idul Adha dengan aman dan nyaman," ujarnya. Komitmen ini penting untuk memberikan rasa tenang dan kepastian kepada masyarakat.
Satgas Pangan akan terus melakukan pemantauan rutin di sejumlah pasar tradisional maupun pusat distribusi. Langkah ini diambil guna mengantisipasi lonjakan harga dan potensi kelangkaan barang kebutuhan pokok. Pemantauan berkelanjutan menjadi kunci dalam menjaga kondisi pasar yang kondusif dan stabil.
Sumber: AntaraNews