Pemprov Kepri Hadirkan Gerakan Pangan Murah Serentak Jelang Imlek dan Ramadhan 2026
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) menggelar Gerakan Pangan Murah serentak jelang Imlek dan Ramadhan 2026 untuk stabilisasi harga dan daya beli masyarakat.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) secara serentak menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di seluruh wilayahnya. Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat luas. GPM ini dilaksanakan secara nasional menjelang perayaan Imlek dan Ramadhan 2026, yang merupakan momen penting bagi banyak keluarga.
Pelaksanaan GPM serentak nasional kali ini dipusatkan di depan kantor Bulog Cabang Kota Tanjungpinang. Kota Tanjungpinang menjadi satu-satunya perwakilan Kepri yang berpartisipasi dalam GPM serentak nasional tahun ini. Sebelumnya, GPM serupa telah sukses diluncurkan di tujuh kabupaten/kota se-Kepri, menunjukkan komitmen pemerintah daerah.
Mohammad Riza Pahlevi, Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Kepri, menekankan pentingnya GPM ini. Inisiatif tersebut dilakukan guna menjaga stabilisasi harga pangan serta meningkatkan daya beli masyarakat. Terutama dalam menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) yang akan datang.
Upaya Pemerintah Menjaga Stabilitas Harga dan Daya Beli
Gerakan Pangan Murah serentak nasional ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat dan daerah dalam menekan laju inflasi. Tujuannya adalah untuk memastikan masyarakat dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih rendah dari pasaran. Langkah ini diharapkan dapat secara signifikan meringankan beban ekonomi warga menjelang perayaan hari raya besar.
Berbagai komoditas pangan strategis dijual dengan harga khusus yang sangat menarik dalam GPM ini. Sebagai contoh, beras SPHP yang di pasaran umumnya dibanderol seharga Rp65.500 per lima kilogram, di GPM hanya dijual Rp58.000 per lima kilogram. Perbedaan harga ini memberikan keuntungan langsung bagi konsumen yang membeli dalam jumlah besar.
Selain itu, beras premium yang biasanya dilepas dengan harga Rp77.000 per lima kilogram, kini ditawarkan seharga Rp72.000 per lima kilogram. Penawaran ini berlaku untuk komoditas yang menjadi kebutuhan utama rumah tangga. Minyak goreng Minyakita juga tersedia dengan harga yang lebih terjangkau, dari Rp15.700 per liter menjadi Rp14.000 per liter.
Penjualan bahan pangan dengan harga subsidi ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah. Tujuannya adalah untuk menjaga kestabilan harga pangan di pasar. Ini juga merupakan langkah proaktif dalam menjamin ketersediaan pasokan menjelang peningkatan permintaan.
Antusiasme Warga dan Ketersediaan Komoditas Esensial
Kepala Cabang Bulog Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, melaporkan bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi. Sejak pagi hari, warga telah memadati lokasi GPM untuk berbelanja kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah. Fenomena ini secara jelas menunjukkan dampak positif GPM terhadap daya beli masyarakat.
Untuk memenuhi tingginya permintaan, Bulog telah menyiapkan pasokan komoditas yang sangat memadai. Sebanyak dua ton beras medium/SPHP dan satu ton beras premium disediakan khusus dalam GPM ini. Selain itu, puluhan ribu liter minyak goreng Minyakita juga tersedia dalam jumlah besar bagi para pembeli.
Beras SPHP dan minyak goreng terbukti menjadi komoditas paling diminati oleh warga yang datang. Dalam hitungan jam saja, kedua jenis barang pokok tersebut ludes terjual habis. Kolaborasi erat antara Bulog, DKP2KH Kepri, serta sejumlah distributor bahan pokok lokal turut menyukseskan acara ini.
Pelaksanaan GPM ini diharapkan dapat secara efektif membantu warga dalam memenuhi persediaan pangan mereka. Terutama menjelang perayaan Imlek dan Ramadhan yang akan segera tiba dalam waktu dekat. Ini adalah langkah konkret pemerintah dalam mendukung kesejahteraan dan stabilitas ekonomi masyarakat.
Sumber: AntaraNews