Pemprov Kepri Evaluasi SOP Pelabuhan Pascainsiden Tugboat Terbalik di Batam
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) akan mengevaluasi Standar Operasional Prosedur (SOP) di pelabuhan menyusul insiden tugboat terbalik di Batam, fokus pada keselamatan dan pencegahan terulangnya kejadian serupa.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) mengambil langkah serius menyusul insiden terbaliknya tugboat saat membantu proses docking kapal kargo di kawasan galangan PT ASL Batam. Evaluasi menyeluruh terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) di pelabuhan, khususnya terkait pandu dan tunda, akan segera dilakukan. Peristiwa tragis ini menyoroti kembali pentingnya kepatuhan terhadap aturan keselamatan maritim yang berlaku di wilayah perairan Kepri.
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, menyatakan bahwa insiden tersebut menjadi perhatian utama pemerintah daerah, terutama dalam memastikan penerapan aturan keselamatan aktivitas sandar kapal. Ia menekankan bahwa setiap kapal yang akan sandar harus mengikuti prosedur yang telah ditetapkan untuk menghindari potensi bahaya. Kejadian ini disinyalir akibat kelalaian yang harus menjadi perhatian bersama agar tidak terulang di masa mendatang.
Insiden yang terjadi pada Jumat (6/3) ini melibatkan tugboat yang memberikan assist untuk docking kapal Kyparissia. Menurut keterangan korban, arus besar dari kapal kargo tersebut menimbulkan gelombang dahsyat yang mengakibatkan tugboat terbalik. Peristiwa ini telah menimbulkan korban jiwa dan luka, mendorong Pemprov Kepri untuk bertindak cepat demi peningkatan keamanan di sektor pelabuhan.
Kronologi Insiden Tugboat dan Tanggapan Pemprov
Insiden tugboat terbalik terjadi pada hari Jumat, 6 Maret, ketika sebuah tugboat sedang membantu proses docking kapal kargo Kyparissia di galangan PT ASL Batam. Proses ini membutuhkan kehati-hatian tinggi, terutama dengan adanya kapal berukuran sangat besar. Sayangnya, arus yang dihasilkan kapal kargo tersebut memicu gelombang besar yang menyebabkan tugboat kehilangan keseimbangan dan terbalik.
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, segera meninjau lokasi dan mengunjungi salah satu korban selamat, Yusuf Tankin, yang dirawat di rumah sakit. Nyanyang menegaskan bahwa kejadian ini mengindikasikan adanya potensi kelalaian dalam penerapan SOP di pelabuhan. Ia menekankan perlunya peninjauan ulang prosedur pandu dan tunda untuk memastikan keselamatan operasional maritim.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk memastikan bahwa semua pihak mematuhi aturan keselamatan yang ada. Evaluasi SOP pelabuhan akan fokus pada identifikasi celah dan perbaikan sistem. Tujuannya adalah untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan serta meningkatkan standar keamanan bagi para pekerja dan operasional kapal di pelabuhan Kepri.
Investigasi dan Tanggung Jawab Kecelakaan Kerja
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kepri, Diky Wijaya, menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari instansi terkait sebelum mengklasifikasikan insiden ini sebagai kecelakaan kerja. Karena kejadian berlangsung di wilayah laut, investigasi awal berada di bawah kewenangan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Hasil pemeriksaan ini krusial untuk menentukan titik kelalaian yang mungkin terjadi.
Jika insiden ini nantinya dinyatakan sebagai kecelakaan kerja, Disnakertrans Kepri akan melanjutkan pemeriksaan lebih lanjut terkait penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) oleh perusahaan. Hal ini sesuai dengan tanggung jawab Disnakertrans dalam memastikan lingkungan kerja yang aman bagi para pekerja. Fokus akan diberikan pada kepatuhan terhadap standar K3 yang berlaku di sektor maritim.
Diky Wijaya juga mengonfirmasi bahwa biaya pengobatan korban selamat ditanggung sepenuhnya oleh PT Pradana Lintas Samudera, perusahaan operator kapal yang terlibat dalam insiden tersebut. Ini menunjukkan adanya tanggung jawab dari pihak perusahaan terhadap dampak yang ditimbulkan. Insiden ini mengakibatkan dua korban selamat dan tiga korban meninggal dunia, dengan korban terakhir ditemukan selamat pada Minggu dini hari.
Sumber: AntaraNews