Pemkab Barito Utara Pastikan Keamanan Pangan Ramadhan Melalui Gempur Pasar
Pemerintah Kabupaten Barito Utara menggelar Gerakan Pengawasan Keamanan Pangan Terpadu di Pasar (Gempur Pasar) untuk menjamin keamanan pangan Ramadhan, melindungi masyarakat dari potensi peredaran pangan yang tidak memenuhi standar.
Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, berkomitmen penuh menjaga kualitas dan keamanan pangan selama bulan suci Ramadhan. Melalui Gerakan Pengawasan Keamanan Pangan Terpadu di Pasar (Gempur Pasar), Pemkab memastikan masyarakat dapat beribadah dengan tenang.
Kegiatan ini melibatkan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (KPP), Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Barito Utara. Mereka bersinergi melakukan pengawasan di sejumlah pasar tradisional di daerah tersebut.
Gempur Pasar menjadi langkah preventif untuk menjamin seluruh bahan pangan yang beredar memenuhi kriteria Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH). Hal ini sangat krusial mengingat peningkatan aktivitas konsumsi masyarakat selama Ramadhan.
Komitmen Pemkab Barito Utara Jamin Pangan ASUH
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (KPP) Barito Utara, Siswandoyo, menegaskan bahwa Gempur Pasar adalah wujud nyata komitmen pemerintah daerah. Tujuannya adalah melindungi masyarakat dari potensi peredaran pangan yang tidak memenuhi standar keamanan.
Inisiatif terpadu ini merupakan upaya serius pemerintah daerah untuk memastikan seluruh pangan di pasaran memenuhi standar keamanan dan mutu. Masyarakat diharapkan dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap pangan yang dikonsumsi.
Pengawasan intensif ini akan terus dilakukan secara berkala sepanjang bulan Ramadhan. Siswandoyo menekankan pentingnya menjaga kualitas pangan demi kesehatan dan kenyamanan masyarakat.
Deteksi Dini Bahan Berbahaya dalam Pangan Segar
Dalam pelaksanaan Gempur Pasar, Dinas KPP mengambil sampel Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) dan Pangan Segar Asal Ikan (PSAI). Sampel-sampel ini kemudian diuji lebih lanjut di laboratorium.
Pengujian laboratorium bertujuan mendeteksi residu pestisida, kandungan bahan berbahaya, serta cemaran mikrobiologi. Unsur-unsur ini berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat jika terkonsumsi.
Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan setiap produk pangan segar aman dikonsumsi. Hasil pengujian menjadi dasar tindakan lebih lanjut jika ditemukan pelanggaran.
Pengawasan Pangan Olahan dan Sinergi Lintas Sektor
Dinas Kesehatan Barito Utara memfokuskan pemeriksaan pada pangan olahan siap saji, terutama selama Ramadhan karena tingginya permintaan. Pemeriksaan ini untuk memastikan tidak ada kandungan formalin, boraks, atau pewarna tekstil berbahaya.
Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara, Pariadi AR, menjelaskan bahwa uji cepat di lapangan dilakukan untuk mendeteksi zat-zat berbahaya tersebut. Pelanggaran yang ditemukan akan segera ditindaklanjuti sesuai ketentuan berlaku.
Dinas Pertanian juga turut memastikan mutu hasil pertanian sesuai standar yang berlaku di pasaran. Sementara itu, Satpol PP berperan mendukung kegiatan melalui penertiban dan pengawasan di lapangan agar pelaksanaan berjalan tertib dan lancar.
Melalui koordinasi dan kerja sama antarinstansi ini, Pemerintah Kabupaten Barito Utara berharap terciptanya kondisi pasar yang aman dan tertib. Ketersediaan bahan pangan berkualitas bagi seluruh masyarakat selama Ramadhan menjadi prioritas utama.
Sumber: AntaraNews