Pemilu dorong industri kreatif dan pariwisata tumbuh
Para calon legislatif dan partai peserta pemilu mulai marak memanfaatkan kecanggihan teknologi dalam berkampanye.
Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif (Kemenparekraf) memproyeksi imbas pemilu terhadap pertumbuhan industri pariwisata dan industri kreatif mencapai 0,25 persen dibanding tahun-tahun tanpa pemilu.
Menteri Parekraf Mari Elka Pangestu mengatakan, pemilu memberi dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan sebesar 0,5 persen. "Dari 0,5 persen itu, sebagian adalah industri kreatif, ya anggap saja industri kreatif itu setengah dari itu, jadi 0,25 persen," kata Mari di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Rabu (12/2) malam.
Industri kreatif yang akan terimbas pemilu, menurut Mari adalah usaha percetakan, sablon, garmen, dan periklanan. Selain itu, usaha kuliner dan penginapan serta transportasi juga akan terkena imbas aktivitas pemilu.
"Kalau ada pemilu, studi empirisnya, itu multiplier effect pertama itu adalah industri percetakan. Jelas industri periklanan akan juga meningkat. Garmen, membuat kaos, baju, itu juga bagian dari industri kreatif dan jasa hiburan, serta kuliner. Yang pasti hotel mulai dari kelas melati sampai bintang 5 itu akan kena manfaat dari pemilu," jelas Mari.
Mari juga melihat, industri kreatif yang dilakukan secara digital mulai meningkat lantaran terjadi tren migrasi. Menurutnya, para calon legislatif dan partai peserta pemilu mulai marak memanfaatkan kecanggihan teknologi dalam berkampanye. "Ada migrasi ke digital. Sosial media marketing," tutur Mari.
Mari memanfaatkan perhelatan lima tahunan tersebut untuk mendukung pariwisata di Indonesia, dengan berfokus pada peningkatan lalu lintas wisatawan domestik. "Tahun ini domestik mice, tahun lalu internasional mice," imbuh Mari.
Mari masih tetap menggunakan strategi promosi lokasi wisata domestik, terutama yang baru saja mendapatkan ketetapan laik untuk dikunjungi. "Strateginya, terus mempromosikan di Indonesia ini sudah ada 15 tempat yang sudah layak dalam arti punya gedung pertemuan, hotelnya cukup, aksesnya bagus, direct flightnya ada. Antara lain, di luar Jakarta, Bali yang memang paling besar. Surabaya, Yogyakarta, Lombok, Medan, Makassar, Manado, Batam, dan lain-lain," tutup Mari.
Baca juga:
Kini Demokrat jeblok, Ali Masykur sebut 2014 rakyat menentukan
Meski elektabilitas merosot, Demokrat incar 22 kursi dari Jatim
Komisi II: Di Jateng ada caleg nanya pemilu tanggal berapa
Simulasi pengamanan, kotak suara pemilu dirampas
Jokowi dan Prabowo bisa pancing orang datang ke TPS saat pemilu