Pemerintahan AS kembali tutup, bursa saham berguguran
Penutupan pemerintahan terjadi sejak Sabtu lalu. Sebab, senat tidak menyepakati anggaran belanja pemerintah sampai 16 Februari mendatang. Pihak Gedung Putih menyalahkan Partai Demokrat atas penutupan pemerintahan ini. Ini adalah penutupan pemerintahan pertama sejak 2013. Pada 2013, pemerintahan AS tutup selama 16 hari.
Penutupan pemerintahan Amerika Serikat (AS) kembali terjadi usai senat tidak menyepakati anggaran belanja negara. Terakhir kali, penutupan pemerintah terjadi pada 2013.
Dilansir dari CNBC, Senin (22/1), di hari ke-3 penutupan pemerintahan AS menyebabkan sejumlah saham di negeri Paman Sam berguguran. Dow Jones merosot sekitar 101 poin. S&P 500 dan Nasdaq 100 turun 3 poin dan 5 poin.
Penutupan pemerintahan terjadi sejak Sabtu lalu. Sebab, senat tidak menyepakati anggaran belanja pemerintah sampai 16 Februari mendatang.
Pihak Gedung Putih menyalahkan Partai Demokrat atas penutupan pemerintahan ini. "Ini adalah perilaku penghalang, bukan legislator," ujar Kepala Biro Pers Gedung Putih, Sarah Sanders.
Ini adalah penutupan pemerintahan pertama sejak 2013. Pada 2013, pemerintahan AS tutup selama 16 hari.
Diberitakan pihak Demokrat ingin meloloskan sebuah Undang-Undang Imigrasi yang ditentang oleh Partai Republik. Atas ketidaksepahaman ini, maka Demokrat tidak memberikan persetujuan pada anggaran belanja AS.
Baca juga:
Setahun Trump yang mengubah wajah dunia
Menhan AS bakal melawat ke Indonesia, bahas modernisasi alutsista
Trump dikabarkan bakal pindahkan kedutaan AS ke Yerusalem tahun depan
Keasyikan warga AS meluncur hingga terjatuh di tengah badai es
AS potong bantuan kemanusiaan, Belgia kucurkan USD 23 juta buat pengungsi Palestina
Trump pesimis krisis Korut bisa diselesaikan dengan cara damai
Seorang dukun dipenjara karena tak bayar pajak jasa pengusiran setan