Pemerintah temukan sampah di Bali bisa mencapai 3.000 ton per hari
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan sampah di Bali dalam sehari bisa memproduksi sampah sebanyak 3.000 ton bahkan lebih per harinya. Sampah-sampah tersebut datang dari luar bahkan dari dalam negeri sendiri.
Pulau Dewata kembali menjadi perbincangan hangat. Baru-baru ini, daerah yang menjadi pusat tujuan pariwisata dunia mendadak ramai karena ditemukannya tumpukan sampah plastik yang bertebaran di di kawasan Manta Point, Nusa Penida, Bali. Adanya kejadian ini, dikhawatirkan akan berdampak buruk pada citra pariwisata Bali serta mengganggu kenyamanan para wisatawan.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan sampah di Bali dalam sehari bisa memproduksi sampah sebanyak 3.000 ton bahkan lebih per harinya. Sampah-sampah tersebut datang dari luar bahkan dari dalam negeri sendiri.
"Jadi sekarang itu rupanya sampah itu lewatnya dari Utara, Selatan, bahkan sempat ramai jadi viral kan itu sehari kemudian juga sudah tidak ada tapi sekarang kan tidak bisa berhenti begitu saja karena ini masalah global dari China juga sampahnya juga datang ke kita masuk pada waktu sekarang ini," kata dia usai melakukan rapat koordinasi penanganan sampah di Bali, di kantornya.
Dia menambahkan, pada bulan Febuari hingga Oktober sampah paling parah akan terjadi di Bali di daerah Kute dan Nusa Dua Bali. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah daerah sedang bekerja untuk mengedukasi masyarakat Bali memanfaatkan sampah-sampah tersebut.
"Sekarang timnya sedang bekerja bagaimana menjaring bagaimana edukasi rakyatnya kemudian bagaimana juga mengolah sampah. Sampah plastik itu di convert menjadi biodiesel kita jalankan," imbuhnya.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar menyebut secara umum sampah yang berada di laut, 80 persennya dihasilkan dari darat. Untuk itu, perlu adanya pencegahan agar sampah-sampah yang dihasilkan di darat tidak masuk ke permukaan laut.
"Jadi kita harus tangani sampah-sampah di daratnya dibuat jaring-jaring di sungai-sungai besarnya kemudian tentu saja bobotnya kalau penanganan sampah itu kurangin timbulan sampahnya dari sumber atau sampah yang sudah ada harus dimanfaatkan," ujarnya.
Sejauh ini, sudah ada penyadaran yang dilakukan kepada masyarakat melaui surat edaran dari Gubernur Bali. Masyarakat di minta harus mengelola sampah secara baik. "Karena sampah itu dibuang dipinggir jalan oleh masyarakat seperti tanpa ada rasa salah atau apa," tandasnya.
Baca juga:
Soal cawapres Jokowi, PDIP lirik sosok yang punya gagasan bangun ekonomi
Wijaya Karya berpeluang bangun infrastruktur di Afghanistan
Imbas kasus bawang putih ilegal, Mendag Enggar blacklist importir nakal
Sri Mulyani rayu orang kaya berinvestasi di dalam negeri
Bertemu pimpinan Parlemen Kazakhstan, DPR bahas kerja sama ekonomi