Pemerintah Targetkan Swasembada Energi, Prabowo Instruksikan DEN Setop Impor BBM
Presiden Prabowo telah memberikan arahan kepada DEN untuk menghentikan impor BBM secara bertahap, dengan tujuan mencapai swasembada energi di Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi yang jelas kepada Dewan Energi Nasional (DEN) untuk secara bertahap menghentikan impor bahan bakar minyak (BBM) hingga Indonesia mencapai swasembada energi. Arahan ini disampaikan oleh Ketua Harian DEN, Bahlil Lahadalia, setelah pelantikan anggota DEN di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (28/1).
Bahlil menjelaskan bahwa pelantikan ini menandai awal baru dalam pengaturan kebijakan energi nasional. Dalam arahannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya sektor energi sebagai salah satu fokus utama dalam pembangunan nasional.
"Salah satu program prioritas Bapak Presiden Prabowo adalah menyangkut kedaulatan energi, ketahanan energi, kemandirian energi, dan pada akhirnya swasembada energi. Salah satu instrumen negara untuk mewujudkan itu adalah melalui arah kebijakan dan roadmap yang dibangun bersama Dewan Energi Nasional," dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (28/1).
Ia juga menambahkan bahwa kebijakan energi ke depan tidak hanya akan berorientasi pada pemenuhan kebutuhan domestik, tetapi juga bertujuan untuk memperkuat posisi Indonesia agar tidak tergantung pada pihak luar. Oleh karena itu, peran DEN dianggap sangat penting dalam merumuskan kebijakan energi jangka panjang.
Lebih lanjut, Bahlil menekankan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memastikan pengelolaan energi nasional sepenuhnya berfokus pada kepentingan bangsa dan negara. Hal ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk mencapai kedaulatan energi.
Dengan langkah ini, diharapkan Indonesia dapat mengoptimalkan sumber daya energi yang dimiliki dan mengurangi ketergantungan pada impor, sehingga dapat meningkatkan kemandirian energi nasional.
Bangun Fasilitas Penyimpanan BBM
Lebih lanjut, Bahlil mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo telah memberikan empat arahan utama kepada Dewan Energi Nasional (DEN). Arahan pertama menekankan pentingnya menjaga kedaulatan energi nasional tanpa adanya intervensi dari pihak manapun.
Arahan kedua berfokus pada penguatan ketahanan energi nasional. Saat ini, cadangan bahan bakar minyak (BBM) Indonesia tergolong terbatas, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan selama sekitar 21 hari. Kondisi ini dianggap rentan terhadap gejolak yang mungkin terjadi di tingkat global.
"Ketahanan energi kita hari ini sekitar 21 hari. Ini akan kita tingkatkan menjadi tiga bulan, dan itu pasti kita akan membangun storage," jelasnya.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah berencana membangun fasilitas penyimpanan BBM atau storage di beberapa wilayah strategis. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat pasokan energi nasional sekaligus mengantisipasi gangguan dalam distribusi.
Arahan ketiga, lanjut Bahlil, adalah mendorong kemandirian energi dengan mengurangi ketergantungan pada impor BBM. Saat ini, Indonesia masih mengimpor lebih dari 30 juta kiloliter BBM per tahun, baik untuk jenis solar maupun bensin. Pengurangan impor ini akan dilakukan secara bertahap agar tidak mengganggu stabilitas pasokan dan harga di dalam negeri.
Tujuan Swasembada Energi
Presiden Prabowo mengarahkan untuk mencapai swasembada energi sebagai target utama dalam pengembangan sektor energi di Indonesia. Menurut Bahlil, penghapusan impor BBM merupakan langkah krusial dalam mencapai tujuan tersebut. "Saat ini, kita masih mengimpor BBM sekitar 30 juta Kiloliter. Ini akan kita lakukan secara bertahap, dan tujuannya pada akhirnya adalah swasembada," tegas Bahlil.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menyusun peta jalan kebijakan energi nasional yang kini sedang dalam tahap implementasi. Langkah-langkah tersebut meliputi kerja sama dengan beberapa negara serta penguatan organisasi yang mendukung sektor energi. Selain itu, pemerintah sedang menyiapkan regulasi untuk mempercepat pelaksanaan kebijakan ini, yang akan dituangkan dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres).
"Roadmap-nya sudah selesai. Sekarang kita masuk ke tahapan implementasi, termasuk kerja sama dengan negara lain dan penguatan organisasinya. Perpres-nya sedang dalam proses," pungkasnya.
Dengan adanya inisiatif ini, pemerintah berharap dapat secara signifikan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM, serta memperkuat ketahanan dan kedaulatan energi nasional untuk jangka panjang. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan energi yang berkelanjutan di tanah air.