Pemerintah sepakat impor 600.000 ekor sapi bakalan tahun depan
Angka ini turun dari jumlah impor sapi tahun ini yang mencapai 617.000 ekor.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan kuota impor sapi bakalan tahun depan dipatok 600.000 ekor. Angka ini turun dari jumlah impor sapi tahun ini yang mencapai 617.000 ekor.
"Jadi untuk sapi impornya tahun depan itu setahun diperkirakan 600.000 ekor sapi bakalan," kata Darmin di kantornya, Jakarta, Senin (28/12).
Mekanisme impornya, lanjut Darmin, akan dilakukan secara bertahap per kuartal. Untuk kuartal pertama, Darmin menyebut impor sapi bakalan akan lebih banyak yakni mencapai 200.000 ekor. Kemudian di kuartal kedua akan diimpor sekitar 150.000 ekor sapi sebagai antisipasi Ramadhan dan Lebaran.
"Setelah itu lewat Lebaran kita lihat apakah memang masih seperti kuartal sebelumnya, atau sedikit lebih di bawah atau di atas kita evaluasi," kata Darmin.
Untuk sapi indukan dan sapi potong, pemerintah belum memutuskan kuota impornya.
"Sapi indukan dan sapi potong tidak ada. Belum ada kita bicarakan. Kalau daging ada tapi tidak banyak. Impor secondary cut-nya Bulog jadi sedikit saja. Daging ada berbagai jenis mungkin 50.000 ton, semua daging-daging. Bisa prime cut atau secondary cut," jelas dia.
Menurut dia, pemerintah perlu mengacu pada realisasi tahun sebelumnya dimana saat ditetapkan kuota sebanyak 120.000 ton daging sapi untuk satu kuartal, realisasinya tidak sampai 50 persen.
"Faktanya, misal tahun kemarin per kuartal disediakan kuota 12.000 ton per kuartal, hanya terpakai 50 persen atau 30 persen," tutup Darmin.
Baca juga:
Impor daging lidah, pemerintah bakal rusak pasar jeroan dalam negeri
Pemerintah impor daging lidah sapi tahun depan
DPR pertanyakan alasan mentan impor jeroan
IPB sulap limbah RPH jadi anak sapi mirip bayi tabung
Ini yang terjadi pada tubuh saat tidak makan daging merah